Nasional
Beranda / Nasional / Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun, Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Jaga Keuangan RI

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun, Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Jaga Keuangan RI

Foto Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA,Derap1News – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai kondisi keuangan negara menyusul posisi utang pemerintah yang tercatat menembus Rp10.000 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut diperkirakan setara sekitar 41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Purbaya menilai posisi tersebut belum dapat menjadi gambaran akhir kondisi utang pemerintah sepanjang 2026. Pemerintah masih akan melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi dan posisi utang hingga penghujung tahun.

“Belum kan berakhir tahunnya. Nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa, harusnya akan bisa turun lagi sedikit,” kata Purbaya kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga  Lima Bulan Tanpa Tersangka, INPEST Soroti Lambannya Penanganan Korupsi Dana PI Rohil

Menurutnya, besaran utang pemerintah tidak cukup dilihat dari nominalnya semata. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan rasio utang terhadap PDB serta kemampuan pertumbuhan ekonomi dalam menjaga keberlanjutan fiskal.

Purbaya menegaskan pemerintah akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap terkendali. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal sekaligus memastikan rasio utang tetap berada dalam batas yang aman.

Sertijab Dandim 0321/Rohil, Danrem Tekankan Sinergitas TNI-Polri dan Kedekatan dengan Masyarakat

“Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat,” ujarnya.

Selain mengendalikan defisit, pemerintah juga menyiapkan strategi optimalisasi penerimaan negara melalui penguatan pemungutan pajak. Namun, Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan dilakukan dengan menaikkan tarif pajak.

Baca Juga  Polsek Rimba Melintang Kawal Program Ketahanan Pangan, Pertumbuhan Jagung di Harapan Jaya Terus Dipantau

“Kita akan efektifkan tax collection kita, bukan naikin pajak ya. Tapi kita bersihkan cara kita beroperasi menggunakan pajak,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah memilih memperkuat sisi penerimaan dan disiplin belanja sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan APBN di tengah besarnya beban utang negara.

Dengan posisi utang yang telah melewati Rp10.000 triliun, perkembangan pertumbuhan ekonomi, pengendalian defisit, serta efektivitas penerimaan pajak hingga akhir 2026 akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kesehatan fiskal Indonesia.**

IISMEX 2026 Resmi Dibuka, Menko AHY Dorong Kolaborasi Perkuat Ketahanan Air dan Smart City

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *