
BENGKULU SELATAN,Derap1News – Pembangunan penggantian Jembatan Bangkai di Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, yang tengah dikerjakan pemerintah, menjadi sorotan. Pasalnya, material besi yang terlihat digunakan dalam pekerjaan konstruksi tersebut diduga dalam kondisi mengalami karat cukup parah.
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya material besi yang mengalami perubahan warna dan tampak berkarat sebelum digunakan dalam proses pembangunan jembatan. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai standar mutu material serta prosedur teknis yang diterapkan dalam pekerjaan proyek tersebut.
Pembangunan penggantian Jembatan Bangkai merupakan pekerjaan konstruksi yang berada di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu, khususnya Wilayah II Bengkulu. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV JS Brother selaku kontraktor pelaksana.
Sorotan utama muncul pada kondisi besi yang diduga digunakan sebagai bagian dari struktur jembatan. Sejumlah material terlihat telah mengalami korosi atau perubahan warna akibat karat. Namun, apakah kondisi tersebut masih memenuhi persyaratan teknis untuk digunakan dalam konstruksi jembatan, tentu perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penilaian teknis oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Pertanyaan publik pun mengemuka: apakah penggunaan besi dengan kondisi seperti yang terlihat di lapangan memang diperbolehkan dalam spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi jembatan?
Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai proses penanganan material sebelum pengecoran. Apakah material besi yang mengalami karat tersebut telah melalui proses pembersihan atau perlakuan tertentu sebelum ditempatkan sebagai tulangan dan kemudian dilakukan pengecoran?
Hal ini menjadi penting mengingat kualitas material dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi berkaitan langsung dengan kekuatan serta ketahanan struktur jembatan dalam jangka panjang.
Meski demikian, kondisi visual material di lapangan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan tersebut telah melanggar spesifikasi teknis. Untuk memastikan dugaan tersebut, diperlukan pemeriksaan teknis terhadap jenis dan mutu besi, tingkat korosi, spesifikasi dalam dokumen kontrak, metode pelaksanaan pekerjaan, serta hasil pengujian material apabila tersedia.
Pembangunan Jembatan Bangkai sendiri memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, transportasi, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga di wilayah Bengkulu Selatan.
Karena menggunakan anggaran pemerintah dan menyangkut fasilitas publik, kualitas pekerjaan menjadi bagian penting yang patut mendapat perhatian. Publik tentu berharap setiap material yang digunakan benar-benar memenuhi ketentuan teknis dan standar mutu sebagaimana dipersyaratkan dalam kontrak pekerjaan.
Atas temuan tersebut, Derap1News masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Direktur CV JS Brother selaku kontraktor pelaksana serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3.
Konfirmasi tersebut diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi material besi yang terlihat di lapangan, spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, serta apakah material yang mengalami karat tersebut telah dinyatakan memenuhi standar untuk digunakan dalam pembangunan Jembatan Bangkai.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih dilakukan. (Tono)




Komentar