Nasional
Beranda / Nasional / Warga Sintong Geruduk Mapolres Rohil, Tuntut Kejelasan Kasus Dugaan Pelecehan Anak

Warga Sintong Geruduk Mapolres Rohil, Tuntut Kejelasan Kasus Dugaan Pelecehan Anak

Puluhan warga Sintong saat medatangi Mapolres Rohil ingin menanyakan laporan warga dugaan pelecehan anak .

Tanah Putih,Derap1News – Puluhan warga Kepenghuluan Sintong, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, kembali mendatangi Markas Polres Rokan Hilir pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.malam hari .

Aksi ini merupakan kali kedua dilakukan warga sebagai bentuk desakan agar aparat kepolisian memberikan kepastian penanganan laporan dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada Kamis 5 Februari 2026 dan diamankan oleh warga pada 15 Februari 2026.

Kedatangan warga berlangsung tertib namun sarat emosi. Mereka menilai laporan yang telah disampaikan belum menunjukkan perkembangan signifikan, sementara kekhawatiran terhadap kondisi korban dan keamanan lingkungan terus meningkat.

Baca Juga  Wakajati Maluku Pimpin Upacara HUT RI ke-80, Jaksa Agung Tegaskan Integritas sebagai Benteng Keadilan

Terduga pelaku berinisial JA (31), warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, diketahui bekerja pada salah satu perusahaan subkontraktor PT GWDC di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari warga, yang bersangkutan sempat diamankan untuk pemeriksaan namun kemudian dipulangkan karena belum terpenuhinya alat bukti.

Puluhan Tokoh Masyarakat Rohil Desak Kejati Riau Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Dana PI PT SPRH

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Darlin Sitorus S.H saat di konfirmasi menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sesuai prosedur hukum.

“Laporan masih memerlukan bukti dan keterangan saksi tambahan. Karena belum mencukupi, yang bersangkutan dipulangkan sekitar pukul 17.00 WIB,” ujar Kanit PPA

Namun, penjelasan tersebut belum meredakan kegelisahan warga. Sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan transparansi penanganan, khususnya terkait tidak adanya pemberitahuan resmi kepada keluarga korban.

Baca Juga  Kajati SBB Hadiri Penandatanganan MoU Antara YPA-MDR dan Pemkab SBB

“Kami tidak datang untuk mengganggu, kami hanya ingin kejelasan. Ini menyangkut keselamatan anak di kampung kami,” ujar seorang tokoh dan Ninik mamak Sintong Amat yang didampingi dua orang gurunya  Wira dan Wahyu dengan nada tegas.

Warga juga menanyakan apakah pemeriksaan terhadap terduga pelaku telah dilakukan secara menyeluruh sebelum yang bersangkutan dipulangkan.

Operasi Antik Lancang Kuning 2026: Polda Riau Bongkar 435 Kasus Narkoba, 557 Tersangka Diamankan

“Kalau memang belum cukup bukti, tolong jelaskan kepada keluarga korban. Jangan sampai masyarakat merasa kasus ini diabaikan,” kata warga lainnya.

Kekecewaan semakin terasa setelah warga mengetahui terduga pelaku telah meninggalkan kantor polisi. Meski demikian, mereka tetap berharap proses hukum berjalan profesional dan objektif.

Baca Juga  Bidkum Polda Riau Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Terbaru di Polres Rohil, Tekankan Profesionalisme Aparat

Selain itu, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa terduga pelaku diduga pernah terlibat kasus serupa di wilayah lain. Namun informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi kepada pihak berwenang.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada hukum, tetapi hukum juga harus memberi rasa aman dan keadilan bagi masyarakat,” ungkap seorang perwakilan warga.

Warga Sintong berharap aparat kepolisian segera memberikan perkembangan terbaru, memperkuat perlindungan terhadap korban, serta memastikan proses penyelidikan berjalan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.**

Sindikat Ekstasi Jaringan Rupat Dibongkar, Satres Narkoba Polres Rohil Sita 8.136 Butir Pil dan 5,8 Kilogram Serbuk Ekstasi

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *