Nasional
Beranda / Nasional / Era Mobil Bensin Menuju Akhir: Baterai Silikon Korea Siap Gantikan BBM

Era Mobil Bensin Menuju Akhir: Baterai Silikon Korea Siap Gantikan BBM

Foto: Ilustrasi mobil kenderaan pengguna BBM

Jakarta ,Derap1news – Masa depan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kian cerah setelah peneliti Korea Selatan mengumumkan terobosan besar dalam teknologi baterai. Tim dari Pohang University of Science and Technology berhasil mengembangkan baterai berbahan silikon yang mampu membuat mobil melaju hingga 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Inovasi ini berpotensi menjadi titik balik industri otomotif global. Dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang, kekhawatiran soal daya jelajah EV dapat teratasi, dan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) bisa semakin ditinggalkan.

Silikon Skala Mikro : Murah ,Efesien , dan Bertenaga

Selama ini, silikon dikenal sebagai material melimpah yang menjanjikan untuk baterai, namun memiliki masalah serius: elemen ini dapat mengembang hingga tiga kali lipat saat dicas dan kembali menyusut setelahnya, yang membuat baterai cepat rusak. Solusi umum adalah menggunakan silikon nano, tapi prosesnya rumit dan biaya produksinya tinggi.

Baca Juga  IISMEX 2026 Resmi Dibuka, Menko AHY Dorong Kolaborasi Perkuat Ketahanan Air dan Smart City

Tim peneliti Pohang justru memilih jalur berbeda: menggunakan partikel silikon berskala mikro, yang ukurannya 1.000 kali lebih besar dari partikel nano. Hasilnya, produksi menjadi jauh lebih murah dan prosesnya lebih sederhana, namun tetap memiliki densitas energi tinggi.

Rp21,9 Juta Dana BOS SD Advent Bangko Kiri Dipertanyakan, Pengembangan Perpustakaan Minta Diaudit

Untuk mengatasi masalah “kembang-kempis” silikon, mereka memanfaatkan gel polimer elektrolit yang fleksibel mengikuti perubahan bentuk partikel, lalu mengikatnya secara kimia menggunakan radiasi elektron. Pendekatan ini menciptakan struktur yang stabil meski terjadi perubahan volume.

Densitas Energi 40% Lebih Tinggi dari Lithium – Ion

Uji coba menunjukkan baterai silikon ini memiliki densitas energi 40% lebih besar dibanding baterai lithium-ion konvensional, namun tetap stabil dan tahan lama. “Kami menggunakan anoda mikro-silikon dan tetap memperoleh baterai yang stabil. Ini membawa kita selangkah lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion dengan densitas energi tinggi,” ungkap Park Soojin, peneliti utama.

Baca Juga  Buntut Tuduhan Tak Berdasar, Wabup Rohil Tempuh Jalur HukumTokoh Adat : Ini Menodai Kehormatan Daerah

Para peneliti optimistis teknologi ini mudah diintegrasikan ke dalam produksi baterai EV saat ini, sehingga proses adopsi di pasar bisa berjalan cepat.

Jika dikomersialisasikan, baterai silikon ini bukan hanya memperpanjang jarak tempuh EV, tapi juga dapat mempercepat peralihan global dari mobil berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik, membuka babak baru dalam revolusi energi bersih dunia.**

CCTV Bongkar Jejak Pencuri Motor di Kubu, Terduga Pelaku Dibekuk di Pasir Limau Kapas

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *