Nasional
Beranda / Nasional / Festival Seni Silat Melayu Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 di Rohil, Kapolsek Berdarah Batak Ajak Warga Jaga Warisan Budaya

Festival Seni Silat Melayu Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 di Rohil, Kapolsek Berdarah Batak Ajak Warga Jaga Warisan Budaya

Foto: Acara Pembukaan dimulai Menyanyikan lagu Indonesia Raya.

ROKAN HILIR, derap1news – Suasana berbeda tampak di halaman Mapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat malam (3/7/2026). Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, ratusan warga masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan Festival Seni Silat Budaya Melayu, sebuah kegiatan yang tidak hanya menampilkan ketangkasan para pesilat, tetapi juga menjadi ruang bersama dalam merawat warisan budaya Melayu.

Festival yang mengusung tema “Membangkitkan Batang Tondam” itu diprakarsai Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, Iptu Kodam Firman Sidabutar, S.H., M.H., sebagai upaya membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni silat Melayu yang sarat nilai adat, etika, dan persaudaraan.

Foto: Peserta Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya


Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir H. Raja Hot Siregar, Camat Tanah Putih Tanjung Melawan H.M. Zuhri, S.Ag., M.M., Danramil 0321/Tanah Putih Kapten Iswandi, perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Rokan Hilir Dedi Candra, Ketua LAM Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan H. Indra Hadi, para Lurah, Datuk Penghulu, tokoh agama, Tokoh masyarakat, tokoh Pemuda, serta masyarakat umum.

Sebanyak 31 pasang pesilat dari berbagai perguruan tampil memperagakan kemampuan terbaik mereka di hadapan para tamu undangan dan masyarakat.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari Kecamatan Rimba Melintang yang memiliki rekam jejak prestasi, termasuk pernah menorehkan gelar juara pada kejuaraan dunia pencak silat di Malaysia.

Dalam sambutannya, Iptu Kodam Firman Sidabutar mengatakan kecintaannya terhadap seni silat Melayu mulai tumbuh saat bertugas sebagai Kapolsek Kubu. Menurutnya, silat Melayu bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan yang mengajarkan adab, sopan santun, penghormatan kepada sesama, serta nilai kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga  Diduga Mantan Kabid Sapras RSUD Hasanudin Manna TGR Perjalanan Dinas Hingga Puluhan Juta


“Silat bukan hanya tentang bela diri, tetapi juga mengajarkan adab, etika, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Melayu. Tradisi seperti penggunaan sirih, kapur, dan berbagai simbol adat dalam setiap kegiatan merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah derasnya arus modernisasi, pelestarian budaya tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga adat maupun pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, termasuk Polri, memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga nilai-nilai budaya sebagai perekat kehidupan sosial.

“Budaya adalah milik kita bersama. Siapa pun yang hidup, tumbuh, dan mengabdi di daerah ini memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan melestarikannya,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian para tamu undangan. Pasalnya, Iptu Kodam Firman Sidabutar merupakan perwira Polri berdarah Batak yang lahir di Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir. Meski berasal dari latar belakang etnis yang berbeda, ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya Melayu lahir dari rasa hormat kepada tanah kelahiran dan masyarakat tempat dirinya mengabdi.

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menilai pesan tersebut mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman. Menurut mereka, pelestarian budaya tidak dibatasi oleh perbedaan suku maupun asal-usul, melainkan tumbuh dari kepedulian bersama untuk menjaga identitas daerah.

Suasana semakin hangat ketika Kapolsek menutup sambutannya dengan sebuah pantun Melayu yang spontan disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

“Kapak bukan sembarang kapak,
Kapak untuk membelah kayu.
Batak bukan sembarang Batak,
Batak sudah jadi Melayu.”

Pantun itu menghadirkan suasana akrab di tengah acara. Sejumlah warga memaknainya sebagai ungkapan persaudaraan sekaligus penghormatan terhadap budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Rokan Hilir.

Camat Tanah Putih Tanjung Melawan H.M. Zuhri mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan yang diprakarsai Polsek menjadi momentum untuk menghidupkan kembali seni budaya Melayu yang mulai jarang ditampilkan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini baru pertama kali digelar sejak berdirinya Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan. Ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali budaya yang mulai redup. Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat setempat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, dan aparat keamanan.

Festival Seni Silat Budaya Melayu tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan pendekatan kultural dan humanis. Selain menjadi ajang pelestarian seni bela diri tradisional, kegiatan ini memperlihatkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam menjaga warisan budaya.

Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat, nilai-nilai budaya Melayu diharapkan tetap hidup serta terus diwariskan kepada generasi mendatang.**

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *