Viral
Beranda / Viral / Duka di PKS Tanjung Medan: Pekerja PTPN IV Tewas dalam Kecelakaan Kerja, Investigasi Menyeluruh Dimulai

Duka di PKS Tanjung Medan: Pekerja PTPN IV Tewas dalam Kecelakaan Kerja, Investigasi Menyeluruh Dimulai

Foto PKS PTPN VI Tanjung Medan Riau .

ROKAN HILIR, Derap1News – Duka menyelimuti keluarga Ahmad Kusaeri (47), seorang pekerja Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Medan milik PTPN IV Regional III, yang meninggal dunia dalam kecelakaan kerja tragis pada Senin (20/7/2026) siang.

Kepergian Ahmad tak hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga mengguncang rekan-rekan kerjanya. Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik setelah proses penanganan pascakejadian dan investigasi mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 13.45 WIB di area loading ramp PKS Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir. Saat itu korban diduga sedang berupaya menarik besi di sekitar capstand dan hendak mengoperasikan tombol electromotor bollard. Namun posisi korban berada terlalu dekat dengan tali capstand yang sedang menggulung.

Diduga, tali tersebut kemudian melilit tubuh korban hingga terjatuh dan mengalami benturan keras pada bagian kepala. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya. Rekan-rekan kerja yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke RS Awal Bros Bagan Batu.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena informasi yang beredar menyebut proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh aparat kepolisian dilakukan beberapa jam setelah kejadian. Selain itu, jenazah korban juga telah dipulangkan ke kampung halamannya tanpa dilakukan autopsi. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung sehingga seluruh penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.

Ribuan Liter BBM Bersubsidi Diduga Diselewengkan di Rohil, Ditreskrimsus Polda Riau Ungkap Kasusnya

Menanggapi insiden tersebut, Kasubbag Humas PTPN IV Regional III, Adry Syah Putra, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Ahmad Kusaeri.

Baca Juga  Kawal Asta Cita Presiden, Polsek Rimba Melintang Pantau Perkembangan Lahan Jagung Ketahanan Pangan

“Atas nama manajemen dan seluruh keluarga besar PTPN IV Regional III, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kepergian almarhum merupakan kehilangan yang mendalam bagi kami. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan,” ujar Adry dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

Menurut Adry, sesaat setelah insiden terjadi perusahaan mengaktifkan prosedur tanggap darurat dengan memberikan penanganan kepada korban, mengamankan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan keluarga korban, serta melakukan komunikasi dengan instansi terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Manajemen juga memastikan seluruh hak almarhum beserta hak-hak keluarga yang menjadi tanggung jawab perusahaan akan dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan. Sejak awal penanganan, manajemen PKS Tanjung Medan bersama Serikat Pekerja disebut terus mendampingi keluarga korban. Bahkan jajaran Regional Management PTPN IV Regional III turut hadir secara langsung sebagai bentuk empati kepada keluarga yang berduka.

Baca Juga  Kakek Kandung Jadi Tersangka, Kasus Kekerasan Seksual Anak 4 Tahun di Rohil Berujung Maut

Selain pemenuhan hak-hak korban, perusahaan mengaku tengah mengkaji berbagai bentuk dukungan jangka panjang bagi keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

Wakapolres Rohil Pimpin Gaktibplin, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Personel Polri

PTPN IV Regional III juga menyatakan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Kami menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung dan berkomitmen mendukung penuh proses tersebut hingga selesai. Kami mengimbau seluruh pihak menunggu hasil investigasi resmi serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” kata Adry.

Menurutnya, insiden ini merupakan kecelakaan kerja pertama yang mengakibatkan korban meninggal dunia sejak PKS Tanjung Medan beroperasi sekitar dua dekade lalu. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, prosedur kerja, pengendalian risiko, serta penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh unit operasional perusahaan.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau turut mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim pengawas ke lokasi kejadian.

Baca Juga  Impor 105 Ribu Pikap India Picu Polemik, Agrinas Klaim Harga 50% Lebih Murah dari 4x4 di RI

Kepala Bidang Pengawasan Disnaker Riau, Rival Lino, mengatakan pihaknya baru menerima laporan awal secara lisan dan masih menunggu laporan tertulis dari perusahaan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 3 Tahun 1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan Kerja.

Di Tengah Persiapan Pilpeng, Warga Siarang-arang Tuntut Hak Politik dan Honor Perangkat Desa yang Belum Dibayar

“Kami masih menunggu laporan lengkap sampai batas waktu dua kali 24 jam setelah kecelakaan kerja terjadi. Tim pengawas juga telah kami turunkan untuk melakukan investigasi,” ujarnya.

Di sisi lain, penanganan perkara kini telah diambil alih oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Rokan Hilir.

Kanit Reskrim Polsek Pujud, Ipda A. Rambe, membenarkan bahwa proses penyelidikan saat ini ditangani oleh Satreskrim Polres Rohil.

“Kasusnya sudah diambil alih oleh Satreskrim Polres Rohil,” singkatnya.

Tragedi yang merenggut nyawa Ahmad Kusaeri menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja secara konsisten di lingkungan industri. Publik kini menantikan hasil investigasi dari kepolisian, pengawas ketenagakerjaan, serta pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.**

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *