Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Miris, Dua Tahun Siswa SD Negeri 10 Melayu Besar Belajar di Bawah Pohon Sawit

Miris, Dua Tahun Siswa SD Negeri 10 Melayu Besar Belajar di Bawah Pohon Sawit

Foto kondisi SD Negeri 10 Tanjung Melawan Rohil ,karena keterbatasan ruang kelas.

TANAH PUTIH TANJUNG MELAWAN, Derap1News – Pemandangan memprihatinkan terlihat di SD Negeri 10 Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Selama kurang lebih dua tahun, sejumlah siswa dan guru terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar di bawah pohon sawit karena keterbatasan ruang kelas yang layak.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, BBA., MBA., saat melihat langsung keadaan sekolah tersebut, Rabu (16/9/2026).

Jhony Charles mengaku prihatin melihat para siswa harus mengikuti pembelajaran di ruang terbuka yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Baca Juga  Guru Honorer Desak Polres Rohil Periksa Dana BOS SD Advent Bangko Kiri, Soroti Pengelolaan Empat Tahun Anggaran

“Saya sangat prihatin mendengar dan melihat langsung kondisi di SD Negeri 10 Melayu Besar ini. Anak-anak kita terpaksa belajar di bawah pohon sawit, terkena panas dan hujan. Ini sudah berlangsung kurang lebih dua tahun,” ujar Jhony Charles.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena anak-anak membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Terdakwa Masih Disidang, Supriyadi Diduga Dipindahkan ke Lapas Rumbai, Ini Penjelasan PN Rohil

“Hal seperti ini sangat tidak pantas dan tidak boleh terus terjadi di Rokan Hilir. Setiap anak berhak mendapatkan tempat belajar yang layak, aman, dan nyaman,” tegasnya.

Ia kemudian meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mencari solusi terhadap persoalan sarana dan prasarana di SD Negeri 10 Melayu Besar. Pembangunan maupun perbaikan ruang kelas, kata dia, perlu menjadi perhatian agar kegiatan belajar mengajar tidak lagi berlangsung di bawah pohon sawit.

Baca Juga  Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rimba Melintang Maksimalkan Pemanfaatan Lahan Produktif

“Pendidikan adalah prioritas utama kita. Tidak ada alasan bagi anak-anak kita untuk tidak mendapatkan fasilitas yang layak. Segera cari solusinya, anak-anak ini tidak boleh menunggu lebih lama lagi,” tambahnya.

Perhatian tersebut disambut baik masyarakat setempat. Mereka berharap kunjungan dan perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada peninjauan, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata untuk menghadirkan ruang belajar yang layak bagi para siswa dan guru.

Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut bangunan sekolah, tetapi juga menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh proses pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Satlantas Rohil Bagikan Masker, Ingatkan Bahaya Karhutla di Tengah Potensi Kabut Asap

Setelah kurang lebih dua tahun belajar dalam kondisi terbatas, masyarakat berharap pemerintah segera menentukan solusi dan memastikan siswa SD Negeri 10 Melayu Besar dapat kembali belajar di ruang kelas yang semestinya.(a.sng)**

Baca Juga  IGX 2025 Sukses Digelar di Bandung: Merajut Kolaborasi Teknologi, Budaya, dan Kreativitas

Sumber : IstanaPos.com

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *