Opini
Beranda / Opini / Mubes PPTSB ke-XVI: Demokrasi Harus Sehat, Persaudaraan Jangan Terkoyak

Mubes PPTSB ke-XVI: Demokrasi Harus Sehat, Persaudaraan Jangan Terkoyak

Oleh. Manaor Sinaga Mantan Sekjen Wilayah Riau .

Musyawarah Besar (Mubes) Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) ke-XVI bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini merupakan momentum penting untuk menentukan arah organisasi, memperkuat persatuan, serta mewariskan nilai-nilai persaudaraan kepada generasi penerus pomparan Toga Sinaga.

Menjelang pemilihan Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030, dinamika pencalonan mulai mengemuka. Sejumlah tokoh menyatakan kesiapan untuk maju, baik secara langsung maupun melalui perwakilan yang dipercaya menyampaikan aspirasi mereka.

Fenomena ini patut disambut positif. Munculnya sejumlah kandidat menunjukkan adanya kepedulian dan keinginan untuk berkontribusi bagi kemajuan punguan.

Namun, satu hal harus menjadi pegangan bersama: demokrasi dalam organisasi harus membuka ruang kompetisi yang sehat, bukan menjadi alasan untuk meretakkan persaudaraan.

Hari Santri Nasional 2026 di Rohil: Bupati Pimpin Upacara, Polri Ajak Santri Perangi Narkoba dan Radikalisme

Siapa pun yang maju, setiap kandidat harus diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi, misi, kapasitas, dan komitmennya. Pada saat yang sama, setiap pendukung perlu menghormati pilihan orang lain tanpa membangun sekat di antara sesama pomparan Toga Sinaga.

Deklarasi dan Dinamika Pencalonan

Salah satu tokoh yang menyatakan kesediaannya maju sebagai calon Ketua Umum PPTSB adalah Sairon Sinaga, yang dikenal dengan sebutan Ketua Besar.

Pencalonannya mendapat dukungan dari sejumlah Penatua serta pengurus Wilayah dan Cabang. Atas dorongan tersebut, muncul gagasan untuk menggelar deklarasi sebagai bentuk pengenalan calon kepada warga PPTSB.

Rangkaian konsolidasi yang melibatkan pengurus Wilayah dan Cabang di Medan kemudian dilanjutkan dengan tangiang borhat-borhat, yakni doa sebagai ungkapan pengharapan agar calon yang didukung memperoleh tuntunan Tuhan dalam menjalani proses pencalonan.

Tewaskan Penghafal Al-Qur’an Peraih Beasiswa Kairo, PT SELOG dan PT DAMIRA Diduga Lepas Tanggung Jawab

Menurut informasi yang disampaikan dalam dinamika pencalonan tersebut, Sairon juga telah menyampaikan niatnya kepada Ketua Umum petahana sebelum deklarasi dilaksanakan.

Di sisi lain, peluang bagi tokoh lain untuk maju, termasuk Ketua Umum petahana, tetap terbuka sepanjang memenuhi ketentuan organisasi.

Baca Juga  Bupati Rohil Instruksikan DLH Kerahkan Tim Orange Bersihkan Sampah di Bagan Batu

Situasi ini merupakan bagian yang wajar dari proses demokrasi. Tidak ada alasan untuk mempersoalkan seseorang hanya karena menyatakan kesediaannya menjadi calon pemimpin. Sebaliknya, dukungan terhadap seorang kandidat juga tidak seharusnya ditafsirkan sebagai sikap berseberangan dengan kandidat lainnya.

Yang perlu dijaga adalah etika dalam berkompetisi.

PPTSB bukan milik satu kelompok, bukan pula milik satu kandidat. PPTSB adalah rumah bersama seluruh pomparan Toga Sinaga dohot Boru.

Pemko Pekanbaru Tegas Cegah Aktifitas LGBT di Kafe Laksamana Muda

Karena itu, kontestasi kepemimpinan seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan pengabdian, bukan pertarungan yang mempertajam perbedaan.

Wacana Penghapusan Dewan Pembina, Apa Urgensinya?

Salah satu persoalan yang turut menjadi bahan pembicaraan menjelang Mubes adalah keberadaan Dewan Pembina. Berbagai masukan disampaikan melalui panitia maupun para calon Ketua Umum, termasuk melalui grup-grup WhatsApp. Di antaranya, muncul gagasan agar struktur Dewan Pembina ditiadakan.

Setiap usulan perubahan tentu sah untuk dibicarakan. Organisasi yang sehat harus bersedia menerima kritik dan mengevaluasi struktur kelembagaannya.

Namun, pertanyaan mendasar perlu dijawab secara jernih: apakah yang perlu dibenahi adalah sistem dan fungsi Dewan Pembina, atau persoalan yang muncul sebenarnya berkaitan dengan individu yang menduduki posisi tersebut?

Keduanya merupakan persoalan yang berbeda dan tidak semestinya dicampuradukkan.

Jika terdapat kelemahan dalam pelaksanaan tugas Dewan Pembina, langkah pertama yang patut dipertimbangkan adalah mengevaluasi fungsi, kewenangan, mekanisme kerja, serta pertanggungjawabannya. Penghapusan struktur bukan satu-satunya pilihan yang tersedia.

Sebaliknya, jika memang terdapat alasan mendasar untuk mengubah susunan organisasi, alasan tersebut harus dijelaskan secara terbuka, disertai pertimbangan yang rasional dan manfaat yang terukur bagi PPTSB.

Dewan Pembina pada dasarnya dapat menjadi ruang bagi para tokoh senior untuk memberikan nasihat, pertimbangan strategis, dan pandangan berdasarkan pengalaman mereka. Akan tetapi, manfaat itu hanya dapat diwujudkan apabila peran, batas kewenangan, dan mekanisme kerjanya dirumuskan dengan jelas.

Oleh sebab itu, keberadaan Dewan Pembina perlu dinilai berdasarkan kebutuhan organisasi, bukan semata-mata berdasarkan suka atau tidak suka terhadap figur tertentu.

Perubahan boleh dilakukan. Kritik harus diberi ruang. Namun, jangan sampai kepentingan sesaat mengalahkan kepentingan jangka panjang organisasi.

Baca Juga  Barita Simanjuntak Tegaskan: Kejaksaan Profesional Tangani Kasus Chromebook Kemendikbud

Setiap perubahan struktur PPTSB hendaknya dibahas melalui forum yang berwenang, mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta mempertimbangkan aspirasi warga secara proporsional.

Dengan cara itu, keputusan yang dihasilkan tidak hanya sah secara organisasi, tetapi juga memperoleh legitimasi dan kepercayaan dari anggota.

CV dan Portofolio Penting, tetapi Pengabdian Tak Boleh Diabaikan

Dalam organisasi modern, keterbukaan informasi mengenai calon pemimpin merupakan hal penting. Karena itu, usulan agar setiap calon Ketua Umum PPTSB menyampaikan riwayat hidup atau curriculum vitae (CV), portofolio, pengalaman organisasi, serta visi dan misi patut dipertimbangkan.

Warga berhak memperoleh informasi yang memadai sebelum menentukan pilihan.

Melalui pemaparan tersebut, anggota dapat menilai pengalaman, kapasitas, integritas, kemampuan manajerial, serta program kerja yang ditawarkan setiap kandidat.

Namun, CV dan portofolio tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kepemimpinan.

Riwayat jabatan yang panjang belum tentu menjamin keberhasilan memimpin organisasi. Demikian pula, daftar prestasi yang mengesankan perlu diuji melalui rekam jejak, konsistensi, dan kontribusi nyata.

PPTSB membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu berbicara tentang kemajuan organisasi, tetapi juga bersedia menyediakan waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian untuk mewujudkannya.

Pemimpin yang baik bukan sekadar hadir ketika membutuhkan dukungan, melainkan juga bersedia hadir ketika punguan membutuhkan keterlibatannya.

Dalam konteks ini, pendukung Sairon Sinaga menilai kesediaannya menghadiri berbagai pelantikan pengurus Wilayah dan Cabang, baik pada masa kepemimpinan Mangihut Sinaga maupun pada periode Edison Sinaga, sebagai salah satu gambaran keterlibatannya dalam perjalanan organisasi.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi warga. Namun, penilaian yang adil tetap harus melihat keseluruhan rekam jejak, integritas, kemampuan memimpin, visi, dan kesediaan merangkul seluruh elemen PPTSB.

Pada akhirnya, warga membutuhkan pemimpin yang bukan hanya memiliki pengalaman, melainkan juga mampu mengubah pengalaman tersebut menjadi program kerja dan hasil yang dirasakan oleh organisasi.

Jangan Biarkan Perbedaan Pilihan Merusak Persaudaraan

Menjelang Mubes PPTSB ke-XVI, seluruh warga diharapkan dapat menempatkan perbedaan pendapat secara proporsional.

Baca Juga  Ketika KSO Jadi Api dalam Sekam : Refleksi atas Konflik Berdarah di Balam KM 31 dan Pola Kelola PT Agrinas

Kritik bukan permusuhan. Perbedaan pilihan bukan pengkhianatan. Usulan perubahan bukan pula alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.

Media komunikasi, termasuk grup WhatsApp, seharusnya menjadi sarana bertukar gagasan dan menyampaikan aspirasi, bukan ruang untuk membangun prasangka atau memperuncing konflik.

Setiap pihak perlu menahan diri, mengedepankan argumentasi, dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Jika terdapat perbedaan pandangan mengenai aturan organisasi, penyelesaiannya harus merujuk pada AD/ART dan mekanisme yang disepakati bersama.

Mubes bukan sekadar forum untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, Mubes merupakan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun agenda pembenahan, serta memastikan PPTSB tetap menjadi wadah pemersatu lintas generasi.

Pemimpin terpilih nantinya juga harus menyadari bahwa tanggung jawabnya tidak berhenti setelah memperoleh mandat. Ia berkewajiban merangkul pihak yang berbeda pilihan, mendengarkan aspirasi anggota, dan bekerja untuk kepentingan seluruh punguan.

Sebab, kemenangan dalam pemilihan belum tentu menjadi kemenangan organisasi apabila setelah Mubes justru muncul perpecahan.

Sebagai bagian dari dinamika menjelang Mubes PPTSB ke-XVI, penulis menyatakan dukungan kepada Sairon Sinaga untuk maju sebagai calon Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030.

Dukungan ini merupakan pilihan dan aspirasi yang perlu ditempatkan dalam koridor demokrasi organisasi. Warga lainnya tentu memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan masing-masing.

Harapannya, setiap kandidat dapat menyampaikan visi, misi, dan program kerja secara terbuka, sehingga warga memiliki dasar yang cukup untuk menentukan pemimpin yang dinilai paling mampu membawa PPTSB ke arah yang lebih baik.

Siapa pun yang nantinya memperoleh mandat, persatuan harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai perbedaan pilihan hari ini meninggalkan luka yang sulit dipulihkan pada masa mendatang.

Mari sukseskan Mubes PPTSB ke-XVI dengan semangat persaudaraan, kedewasaan berdemokrasi, dan komitmen untuk membesarkan organisasi.

Karena yang kita perjuangkan bukan sekadar kemenangan seorang calon, melainkan masa depan PPTSB dan kehormatan seluruh pomparan Toga Sinaga dohot Boru.

Horas PPTSB!

Horas Pomparan Toga Sinaga !!

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *