
Rokan Hilir,Derap1News – Gelombang penolakan terhadap peredaran narkoba menggema keras dari Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Masyarakat bersama pemuda setempat menyatakan sikap tegas: tidak ada tempat bagi bandar, pengedar, maupun penyalahguna narkotika di kampung mereka.
Pernyataan itu bukan sekadar slogan. Warga turun langsung memasang spanduk penolakan narkoba sebagai simbol perlawanan terhadap ancaman barang haram yang dinilai semakin menghancurkan generasi muda dan merusak ketenteraman masyarakat.
Dalam spanduk yang dibentangkan, warga menegaskan bahwa Rantau Bais tidak ingin bernasib sama seperti sejumlah wilayah lain yang disebut mulai rusak akibat maraknya peredaran narkotika.
Masyarakat mengaku tidak ingin kampung mereka dicap sebagai zona merah narkoba ataupun menjadi tempat nyaman bagi para pelaku bisnis haram tersebut.
Aksi warga ini sekaligus menjadi dukungan terbuka terhadap langkah aparat kepolisian, khususnya Polsek Tanah Putih, yang sebelumnya telah melakukan penggerebekan dan penggeledahan di wilayah tersebut pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Namun di balik dukungan itu, terselip peringatan keras dari masyarakat. Mereka meminta aparat penegak hukum benar-benar serius dan konsisten dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya, bukan hanya sebatas operasi sesaat.
Datuk Penghulu Rantau Bais, H. Adrizam, menegaskan bahwa pihak kepenghuluan bersama masyarakat telah sepakat menyatakan perang terhadap narkoba demi menyelamatkan masa depan anak-anak muda di kampung mereka.
“Kami tidak ingin generasi muda Rantau Bais hancur karena narkoba. Kampung ini harus bersih dari bandar dan pengedar. Kami mendukung penuh aparat kepolisian untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat,” tegas H. Adrizam Minggu (17/5/2026)
Nada lebih keras disampaikan Tokoh Masyarakat Rantau Bais, Yusri Kandar, ST. Ia menilai narkoba sudah menjadi ancaman nyata yang dapat menghancurkan moral, memicu kriminalitas, dan merusak masa depan masyarakat apabila tidak diberantas secara serius.
“Narkoba ini musuh bersama. Kalau dibiarkan, kampung bisa hancur perlahan. Kami minta aparat jangan setengah-setengah. Tangkap para bandar dan pengedar sampai tuntas. Kalau tidak ada tindakan nyata, masyarakat tentu tidak akan tinggal diam. Kami siap bergerak demi menjaga kampung dan menyelamatkan generasi muda,” tegas Yusri Kandar.

Pernyataan yang paling menggigit datang dari Ketua Karang Taruna Kepenghuluan Rantau Bais, Sukrin Alatas. Ia menegaskan bahwa pemuda Rantau Bais siap berada di garis depan dalam memerangi narkoba.
“Kami pemuda Rantau Bais sudah muak melihat narkoba merusak masa depan anak bangsa. Jangan sampai kampung kami dijadikan sarang narkoba. Kalau aparat tidak bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku yang merusak kampung ini, maka kami akan turun langsung. Ini bentuk komitmen kami menjaga marwah dan keselamatan kampung,” ujar Sukrin Alatas dengan nada tegas.
Deklarasi dan aksi penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Rantau Bais tidak ingin lagi memberi ruang bagi peredaran narkotika.
Warga kini bersatu, memperkuat barisan, dan siap berdiri paling depan untuk menjaga kampung mereka tetap aman, bersih, dan terbebas dari ancaman narkoba yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi generasi muda.**




Komentar