
TANAH PUTIH TANJUNG MELAWAN, Derap1News – Pemandangan memprihatinkan terlihat di SD Negeri 10 Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Selama kurang lebih dua tahun, sejumlah siswa dan guru terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar di bawah pohon sawit karena keterbatasan ruang kelas yang layak.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, BBA., MBA., saat melihat langsung keadaan sekolah tersebut, Rabu (16/9/2026).
Jhony Charles mengaku prihatin melihat para siswa harus mengikuti pembelajaran di ruang terbuka yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Saya sangat prihatin mendengar dan melihat langsung kondisi di SD Negeri 10 Melayu Besar ini. Anak-anak kita terpaksa belajar di bawah pohon sawit, terkena panas dan hujan. Ini sudah berlangsung kurang lebih dua tahun,” ujar Jhony Charles.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena anak-anak membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
“Hal seperti ini sangat tidak pantas dan tidak boleh terus terjadi di Rokan Hilir. Setiap anak berhak mendapatkan tempat belajar yang layak, aman, dan nyaman,” tegasnya.
Ia kemudian meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mencari solusi terhadap persoalan sarana dan prasarana di SD Negeri 10 Melayu Besar. Pembangunan maupun perbaikan ruang kelas, kata dia, perlu menjadi perhatian agar kegiatan belajar mengajar tidak lagi berlangsung di bawah pohon sawit.
“Pendidikan adalah prioritas utama kita. Tidak ada alasan bagi anak-anak kita untuk tidak mendapatkan fasilitas yang layak. Segera cari solusinya, anak-anak ini tidak boleh menunggu lebih lama lagi,” tambahnya.
Perhatian tersebut disambut baik masyarakat setempat. Mereka berharap kunjungan dan perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada peninjauan, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata untuk menghadirkan ruang belajar yang layak bagi para siswa dan guru.
Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut bangunan sekolah, tetapi juga menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh proses pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Setelah kurang lebih dua tahun belajar dalam kondisi terbatas, masyarakat berharap pemerintah segera menentukan solusi dan memastikan siswa SD Negeri 10 Melayu Besar dapat kembali belajar di ruang kelas yang semestinya.(a.sng)**
Sumber : IstanaPos.com




Komentar