
Banten ,Derap1News – Kabar hilang kontaknya sejumlah jurnalis saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memicu keprihatinan kalangan pers.
Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (DPP SPRI) menyampaikan dukungan dan doa bagi para jurnalis yang hingga kini dilaporkan hilang kontak bersama penumpang lainnya dalam perjalanan menggunakan sebuah speedboat.
SPRI mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), bersama TNI, Polri, pemerintah daerah serta seluruh unsur terkait, mengerahkan seluruh kemampuan untuk melakukan pencarian dan memastikan keberadaan para jurnalis serta seluruh penumpang speedboat tersebut.
Ketua Umum DPP SPRI Hence Mandagi menegaskan, operasi pencarian harus dilakukan secara maksimal karena setiap waktu sangat berharga dalam situasi tersebut.
“Cari mereka sampai ditemukan. Jangan ada waktu yang terbuang,” tegas Hence Mandagi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
SPRI meminta area pencarian diperluas dan seluruh armada, personel, peralatan serta teknologi yang tersedia dioptimalkan untuk mempercepat proses pencarian.
Menurut SPRI, langkah awal Tim Rescue USS Pandeglang yang telah bergerak menuju lokasi patut diapresiasi. Namun, operasi pencarian diharapkan terus dilakukan secara intensif hingga seluruh penumpang yang dilaporkan hilang kontak berhasil ditemukan.
Lima jurnalis yang disebut dalam keterangan SPRI yakni M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.
SPRI menyampaikan doa agar kelima jurnalis tersebut bersama seluruh penumpang speedboat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.
“Semoga seluruhnya segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” demikian harapan DPP SPRI.
Hingga berita ini disusun, fokus utama masih pada upaya pencarian dan penyelamatan terhadap seluruh penumpang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda tersebut.(Rilis)**




Komentar