
Kepulauan Meranti, Derap1News –Â Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 melalui aksi penanaman mangrove di Jalan Pelabuhan, Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membantu mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia.
Aksi tersebut lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi garis pantai Desa Tenggayun Raya yang terus mengalami pengikisan akibat abrasi. Jika tidak ditangani secara berkelanjutan, fenomena tersebut dikhawatirkan dapat mengancam infrastruktur pesisir, mengurangi luas daratan, hingga berdampak pada aktivitas dan perekonomian masyarakat yang bergantung pada kawasan pantai.

Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program pengabdian, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi prioritas penanaman. Sehari sebelum kegiatan berlangsung, mereka juga mencari dan mengumpulkan 70 bibit mangrove secara mandiri dari kawasan Pantai Gelombang Cinta, Desa Sonde, sebelum kemudian ditanam di sepanjang pesisir Jalan Pelabuhan.
Semangat kolaborasi menjadi warna dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Desa Tenggayun Raya, perangkat desa, dan masyarakat setempat turut ambil bagian dalam penanaman mangrove. Bersama-sama mereka menanam bibit di kawasan pesisir yang terdampak abrasi sebagai simbol kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan desa.
Bagi mahasiswa KKN Berdampak Unri, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di lapangan. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkesinambungan.

Mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang mampu meredam hempasan gelombang, menahan laju abrasi, mengurangi risiko intrusi air laut, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota pesisir. Keberadaan hutan mangrove juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Program penanaman mangrove ini menjadi salah satu bukti bahwa KKN Berdampak Universitas Riau tidak hanya berfokus pada pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga menghadirkan inovasi dan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjadi katalisator lahirnya gerakan pelestarian lingkungan yang terus berlanjut, bahkan setelah masa KKN berakhir.
Melalui aksi sederhana namun sarat makna tersebut, mahasiswa KKN Berdampak Unri 2026 meninggalkan lebih dari sekadar jejak pengabdian. Mereka menanam harapan agar kawasan pesisir Desa Tenggayun Raya tetap lestari, semakin tangguh menghadapi ancaman abrasi, dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang dalam kondisi yang lebih baik.**




Komentar