Nasional
Beranda / Nasional / Sekolah Tengah Malam: Balas Dendam Sang Murid

Sekolah Tengah Malam: Balas Dendam Sang Murid

derap1news – Di sebuah sekolah dasar yang terletak di pinggir kota dumai, ada seorang guru bernama Vany. Ia dikenal sebagai guru yang tegas namun penyayang. Meski begitu, ada satu hal yang membuat Vany sangat berbeda dari guru-guru lainnya—ia terkenal dengan kisah seram yang selalu diceritakannya pada murid-murid.

Suatu hari, setelah bel pulang sekolah berbunyi, Vany memutuskan untuk menginap di sekolah karena harus menyelesaikan laporan bulanan. Ruang guru yang sepi mulai terasa mencekam ketika malam tiba. Sekolah yang biasanya ramai dengan canda tawa murid, kini terasa sunyi senyap.

Vany, yang awalnya tidak merasa takut, mulai merasakan sesuatu yang aneh. Di luar jendela, ia melihat bayangan seseorang. Ia mengerutkan kening, meyakinkan diri bahwa itu hanya pantulan bayangan dari pohon besar di halaman sekolah. Namun, ketika ia kembali ke mejanya, ada bunyi langkah kaki yang terdengar di lorong.

Baca Juga  Pamit Penuh Haru, Kajati Maluku Agoes SP Resmi Tinggalkan Bumi Raja-Raja: "Terima Kasih Untuk Segalanya, Maluku"

Vany menelan ludah dan berdiri. “Siapa itu?!” serunya, mencoba menahan gugup. Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang semakin mencekam.

Sambil membawa penggaris kayu, Vany melangkah pelan menuju pintu kelas yang terbuka sedikit. Langkah kakinya bergema di lantai yang dingin. Saat ia mendekati lorong, tiba-tiba lampu di seluruh ruangan mati! Seketika, Vany terdiam, merasakan jantungnya berdegup kencang. Namun, sebagai seorang guru yang tegas, Vany tidak mau kalah dengan rasa takut.

Humanis dan Peduli, Polsek Panipahan Salurkan Bantuan Sosial untuk Lansia di Panipahan

“Yakin ini cuma pemadaman listrik biasa!” ucapnya berusaha menenangkan diri. Namun tiba-tiba, terdengar tawa cekikikan dari ujung lorong. Vany sontak berteriak, “Aduh, apa itu hantu?!

“Ia mencoba berjalan lebih cepat menuju ruang penjaga sekolah untuk mencari pertolongan. Tapi anehnya, setiap langkah yang diambilnya selalu diikuti oleh suara langkah lain di belakangnya, seolah-olah ada yang mengikuti. “Siapa ini? Murid nakal yang nggak pulang ya?” tanyanya keras.

Baca Juga  Pastikan Lapas Curup Aman, Kalapas beri Pengarahan & sharing dengan WBP

Ketika ia sampai di pintu ruang penjaga, pintu itu sudah terbuka. Vany merasa curiga dan melihat ke dalam. Di sana, seorang pria tua duduk dengan kepala tertunduk di atas meja. “Pak penjaga?” panggil Vany dengan hati-hati. Namun, pria itu tidak menjawab.

Ketika Vany mencoba menyentuh bahunya, pria itu tiba-tiba menoleh—wajahnya pucat, matanya merah menyala, dan mulutnya tersenyum lebar! Vany langsung menjerit, melemparkan penggaris yang dipegangnya dan berlari keluar dengan sekuat tenaga.

Namun, dalam kepanikan itu, kakinya tersandung meja kecil dan jatuh tersungkur. “Astaga! Ini pasti hukuman karena aku terlalu sering nakutin anak-anak di kelas!” teriaknya sambil terengah-engah.

GAPERKASINDO Tegaskan Kandungan Nitrit pada Pangan Bukan Semata dari Pupuk Urea

Ketika ia mencoba bangkit, suara pintu terbuka terdengar di belakangnya. Vany menoleh dengan gemetar, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Pak penjaga sekolah itu… sambil memegang cangkir kopi! “Eh, Bu Vany, ngapain malam-malam di sini?” tanya Pak Penjaga dengan nada bingung.

Baca Juga  Kombinasi Kecerdasan dan Kecantikan: Jaksa Putri Agita Sembiring Menuju Puteri Indonesia 2025

Vany terdiam, menatap pria itu. “Lho, tadi… Pak penjaga… bukannya…” Ia mencoba menjelaskan tapi tak sanggup. Lalu dari belakang Pak penjaga, muncul seorang murid laki-laki yang terlihat biasa-biasa saja.

“Tadi itu, cuma bayangan hantu-hantuan, Bu,” kata anak itu sambil cekikikan. “Kami cuma mau balas dendam karena Bu Vany sering nakutin kami di kelas!

“Vany hanya bisa menepuk dahinya, antara lega dan marah. “Kalian… kalian benar-benar keterlaluan!” katanya dengan tawa bercampur frustrasi. Tapi di dalam hatinya, ia merasa sedikit bangga. Ternyata, murid-muridnya bisa juga membalas dengan cara yang kreatif.(chan)

Gagal Jadi Kepsek, Guru di Dairi Tuntut Pengembalian Rp80 Juta

Spread the love

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *