Rokan Hilir,derap1news – Kemarahan warga terhadap maraknya peredaran narkotika di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, memuncak. Ribuan masyarakat dilaporkan membakar rumah beserta satu unit mobil milik seorang pria berinisial HP (49), yang diduga sebagai bandar sabu, Jumat (8/5/2026) malam.
Aksi massa tersebut terjadi di Jalan Lintas Bagan Cempedak, Sekapas, Kepenghuluan Bagan Cempedak, Kecamatan Rantau Kopar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga yang datang terdiri dari kaum ibu-ibu, pemuda hingga anak-anak yang mengaku sudah lama resah dengan maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka.
Keresahan masyarakat disebut semakin memuncak lantaran peredaran narkotika diduga turut memicu meningkatnya tindak kriminal, seperti pencurian dan gangguan keamanan lainnya yang dikaitkan dengan para pengguna narkoba.
Sebelum aksi pembakaran terjadi, warga bersama aparat sempat mendatangi rumah milik HP. Dalam penggerebekan itu, masyarakat mengamankan seorang pemuda bernama Oi yang diduga merupakan kaki tangan HP.
“Dari lokasi, warga juga menemukan bong sabu dan plastik bening yang diduga digunakan untuk membungkus narkotika. Selanjutnya Oi beserta barang bukti dibawa ke Polsek Rantau Kopar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun, warga tidak menemukan HP di lokasi. Situasi kemudian memanas sekitar pukul 20.30 WIB. Massa yang sebelumnya berkumpul di sekitar Mapolsek Rantau Kopar kembali bergerak menuju rumah tersebut dan melakukan aksi pembakaran.
“Rumah dibakar bersama isinya. Saya juga melihat satu unit mobil Pajero ikut dibakar massa,” ungkap warga lainnya.
Dalam pernyataannya, sejumlah warga mengaku kecewa terhadap penegakan hukum terkait pemberantasan narkoba di wilayah Rokan Hilir. Mereka menilai aparat selama ini belum bertindak maksimal terhadap para bandar besar narkotika.
“Kami sudah sangat resah. Rumah yang diduga tempat peredaran sabu itu jaraknya tidak jauh dari kantor polisi, tetapi tetap beroperasi. Yang ditangkap selama ini hanya pemain kecil,” ujar salah seorang warga.
Datuk Penghulu Bagan Cempedak, Dedi Wahyudi, SPdI, membenarkan adanya aksi pembakaran yang dilakukan masyarakat. Meski demikian, ia mengimbau warga agar tetap menahan diri dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Rokan Hilir belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa pembakaran rumah dan mobil milik terduga bandar narkoba tersebut.**




Komentar