Sosial
Beranda / Sosial / BEM ITR Pertanyakan Jaminan Stok Pertalite di Riau, Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM Subsidi

BEM ITR Pertanyakan Jaminan Stok Pertalite di Riau, Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM Subsidi

Foto Menteri Eksternal BEM ITR, Tony Pratama

Rokan Hilir,Derap1News – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Rokan Hilir (ITR) menyampaikan pernyataan sikap terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang di sejumlah wilayah disebut telah melampaui Rp16.000 per liter. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong peralihan konsumsi masyarakat ke BBM subsidi jenis Pertalite.

Menteri Eksternal BEM ITR, Tony Pratama, mempertanyakan kesiapan pemerintah pusat dan para pemangku kebijakan di sektor energi dalam menjamin ketersediaan stok Pertalite, khususnya di Provinsi Riau.

“Kami meminta pemerintah memberikan kepastian kepada masyarakat, apakah stok Pertalite di Riau benar-benar aman di tengah potensi meningkatnya konsumsi akibat peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite. Jangan sampai masyarakat dihadapkan pada dua persoalan sekaligus, yakni kenaikan harga BBM dan ancaman kelangkaan pasokan,” ujar Tony dalam pernyataan sikapnya.

Baca Juga  Cegah Gangguan dan Jaga Kebersihan, Lapas Curup Bersihkan Sampah di Pintu Portir 2 Lapas

Menurutnya, Riau merupakan salah satu daerah yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Karena itu, ia menilai akan menjadi ironi apabila masyarakat di daerah yang selama ini berkontribusi besar terhadap sektor energi justru menghadapi antrean panjang atau kesulitan memperoleh BBM.

“Kami tidak ingin masyarakat Riau harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar. Negara harus hadir memastikan distribusi energi berjalan baik dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Dugaan Korupsi TPP Guru PPPK Rohil, Kejari Tetapkan Dua Tersangka dan Sita Rp763 Juta

BEM ITR menilai kebijakan penyesuaian harga BBM semestinya dibarengi dengan langkah antisipatif yang terukur, terutama dalam menjamin kecukupan pasokan di daerah. Kenaikan harga Pertamax, menurut mereka, berpotensi memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan permintaan terhadap BBM subsidi.

Baca Juga  Tragisnya Nasib Keluarga Pak Wanda: Perjuangan Melawan Kanker Paru-paru dan Kemiskinan

Atas dasar itu, BEM ITR menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait, yakni menjamin ketersediaan stok Pertalite di seluruh wilayah Riau, memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa hambatan, meningkatkan pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi, menyampaikan informasi secara transparan mengenai kondisi pasokan dan cadangan BBM, serta menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

Tony menegaskan bahwa masyarakat Riau tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan akibat kebijakan yang tidak diikuti kesiapan distribusi.

“Jika pemerintah mampu menetapkan kebijakan kenaikan harga, maka pemerintah juga harus mampu memberikan jaminan atas ketersediaan pasokan. Rakyat tidak hanya membutuhkan pengumuman kebijakan, tetapi juga kepastian bahwa energi yang menjadi kebutuhan sehari-hari tetap mudah diakses,” tegasnya.

Baca Juga  Hipemarohi Pekanbaru Soroti Penegakan Hukum di Riau, Desak Evaluasi Kinerja APH di Rohil

Ia menambahkan, sebagai daerah penghasil energi, Riau berhak memperoleh kepastian dan rasa aman dalam memenuhi kebutuhan BBM masyarakatnya.

Pasokan Batubara PLN Terganggu, CERI Soroti Arah Kebijakan Minerba dan Ketahanan Energi Nasional

“Riau adalah daerah penghasil energi. Sudah sepatutnya rakyat Riau mendapatkan kepastian energi, bukan dibayangi ketidakpastian dan potensi kelangkaan. Energi harus hadir untuk mendukung aktivitas masyarakat, bukan justru menjadi sumber keresahan,” pungkasnya

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *