
Bengkulu Selatan,Derap1News – Pemerintah Desa Jeranglah Rendah secara resmi mengusulkan pembangunan sebuah jembatan gantung yang akan menjadi akses penghubung penting antar wilayah. Usulan tersebut disampaikan setelah dilaksanakan survei lapangan bersama tim konsultan untuk memastikan aspek teknis dan kelayakan pembangunan.
Berdasarkan hasil survei, jembatan yang direncanakan memiliki panjang bentang sekitar 85 meter dengan lebar 1,5 meter. Infrastruktur tersebut nantinya akan menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Manna dan Kecamatan Bunga Mas, tepatnya antara Desa Jeranglah Rendah dan Desa Padang Nibung.
Kepala Desa Jeranglah Rendah, Junali, mengatakan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Selama ini, akses penghubung antarwilayah masih terbatas sehingga aktivitas warga, terutama saat musim hujan atau cuaca buruk, sering mengalami kendala.
“Jembatan ini nantinya diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi. Sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian di sektor perkebunan dan pertanian, sehingga akses yang memadai sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil panen,” ujar Junali.
Selain memperlancar konektivitas antar desa dan kecamatan, pembangunan jembatan gantung tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kemudahan akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya transportasi, sekaligus mendorong aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Pemerintah Desa Jeranglah Rendah berharap usulan pembangunan ini dapat menjadi perhatian Pemerintah Daerah maupun instansi terkait, sehingga proses perencanaan hingga realisasi pembangunan dapat segera diwujudkan demi mendukung kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur penghubung seperti jembatan dinilai tidak hanya memperpendek jarak tempuh antarwilayah, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik bagi masyarakat di daerah pedesaan.(Tono)**




Komentar