Nasional
Beranda / Nasional / GAPERKASINDO Dorong Revolusi Hijau, Indonesia Ditargetkan Jadi Produsen Pupuk Hayati dan Organik Terbesar di Dunia

GAPERKASINDO Dorong Revolusi Hijau, Indonesia Ditargetkan Jadi Produsen Pupuk Hayati dan Organik Terbesar di Dunia

Hasyari Nasution

JAKARTA,Derap1News – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Pertanian dan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO), Hasyari Nasution, mencanangkan transformasi besar industri pupuk nasional, dari ketergantungan pada pupuk anorganik impor menuju kemandirian pupuk hayati dan organik berbasis bahan baku lokal.

“Selama 80 tahun merdeka, kita masih terjebak dalam pola pikir yang dibentuk pemain global. Padahal, kita sesungguhnya duduk di atas tambang pupuk,” tegas Hasyari kepada awak media di Jakarta, Jumat (24/4).

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi luar biasa melalui 573 juta ton biomassa sawit serta 93 juta ton kotoran ternak per tahun yang dapat diolah menjadi sumber pupuk bernilai ekonomi lebih dari Rp60 triliun, namun selama ini banyak yang terbuang sia-sia.

Baca Juga  Jan Maringka : Eksekusi Silfester, Kado Terindah HUT Kejaksaan RI

Data Kunci GAPERKASINDO

1. Krisis Fiskal Pupuk

Polda Riau, TNI dan Pemprov Bentuk Satgas Anti Narkoba, Panipahan Jadi Alarm Bahaya

Sekitar 70 persen bahan baku NPK masih bergantung pada impor. Subsidi pupuk pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp46,8 triliun, rentan terhadap gejolak dolar dan konflik global.

2. Kondisi Tanah Mengkhawatirkan

Sebanyak 72 persen lahan sawah memiliki kandungan C-organik di bawah 2 persen. Produktivitas stagnan meski penggunaan pupuk kimia terus meningkat.

3. Ketimpangan Kandungan Hara

Pupuk kimia tunggal dan majemuk umumnya hanya memiliki 2–4 unsur hara. Sementara pupuk semi organik mampu mengandung 6–14 unsur hara, meliputi makro primer, sekunder, hingga mikro.

Gugatan Lahan Hutan vs Kelompok Tani di Rohil Berakhir. Hakim: Tidak Dapat Diterima

Tantangan untuk Presiden Prabowo

Baca Juga  Impor 105 Ribu Pikap India Picu Polemik, Agrinas Klaim Harga 50% Lebih Murah dari 4x4 di RI

GAPERKASINDO menilai krisis pangan dan pupuk global justru menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk melakukan lompatan besar.
Hasyari mendorong tiga langkah utama:

Mengakhiri ketergantungan impor dan memberi ruang lebih besar bagi produsen pupuk ramah lingkungan dalam negeri.

Mengoptimalkan “gunung mineral organik” dari limbah kebun dan peternakan sebagai sumber bahan baku pupuk nasional yang melimpah dan berkelanjutan.

Mengalihkan Rp25 triliun subsidi pupuk kimia menjadi voucher pupuk semi organik sebesar Rp3 juta per hektare bagi 10 juta petani.

Diduga Langgar Prosedur, Dana Desa Gelumbang Dicairkan 100 Persen Tanpa Bukti Fisik

“Jika Presiden berani mengambil momentum ini, Indonesia bukan hanya mencapai swasembada pangan, tetapi bisa menjadi pemasok pupuk sehat nomor satu dunia. Bahkan biaya kesehatan dapat ditekan melalui pangan rendah residu,” ujar Hasyari.

Baca Juga  Kapolda Riau Resmikan MPP Presisi dan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Klinik Bhayangkara Polres Rohil

GAPERKASINDO bersama Koperasi FANANTARA menyatakan siap menjadi mitra eksekutor utama program tersebut, dengan target memangkas Rp31 triliun subsidi dan mensubstitusi 50 persen impor pupuk sebelum 2028.

“Kedaulatan pangan tidak mungkin terwujud tanpa kedaulatan pupuk,” pungkasnya.

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *