Hukrim
Beranda / Hukrim / Kejari Rohil Musnahkan Barang Bukti 76 Perkara, Didominasi Kasus Narkotika

Kejari Rohil Musnahkan Barang Bukti 76 Perkara, Didominasi Kasus Narkotika

Foto Saat Pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Bagan Siapiapi.

ROHIL,Derap1News – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir (Rohil) kembali melaksanakan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum (Pidum) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Kantor Kejari Rohil itu dihadiri Wakil Bupati Rohil Jhoni Charles, Kepala Kejari Rohil Firdaus, Wakil Ketua DPRD Imam Suroso, unsur Polres Rohil, Pengadilan Negeri Rohil, Kodim 0321/Rohil, serta sejumlah pejabat daerah dan jajaran kejaksaan.

Kepala Kejari Rohil, Firdaus, mengatakan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan putusan hakim sesuai amar putusan yang telah inkracht.

“Ini merupakan kegiatan rutin yang kami laksanakan beberapa kali dalam setahun sebagai bagian dari tugas penegakan hukum, sekaligus memastikan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap ditangani sesuai ketentuan,” ujarnya.

Baca Juga  KPU Hormati Putusan MK soal Dokumen Pendidikan Gibran, Evaluasi Verifikasi Pencalonan Jadi Sorotan
Kajari Rohil Tanda Tangan Pemusnahan Barang Bukti

Ia menegaskan, pemusnahan tersebut juga menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas Kejari dalam proses penanganan perkara, khususnya terhadap barang bukti yang telah diputuskan untuk dimusnahkan.

Program Replanting Kelapa Sawit Disorot, Kelompok Penerima Diduga Diarahkan ke Vendor Tertentu di Bengkulu Selatan

Adapun barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 76 perkara. Rinciannya, 41 perkara narkotika dengan barang bukti berupa 179,25 gram sabu-sabu, 79,07 gram ganja, dan 99,5 gram pil ekstasi.

Selain itu, terdapat 28 perkara orang dan harta benda (Oharda) dengan barang bukti antara lain gergaji, tang, timbangan digital, tas, kayu bekas terbakar, gunting, batu pecahan aspal, golok atau parang, obeng, egrek, hingga alat penerangan.

Baca Juga  Bupati Rohil Silaturahmi denganngan Tokoh Masyarakat 4 Kecamatan di Bagan Batu, Paparkan Program Prioritas 2026

Sementara untuk perkara keamanan negara dan ketertiban umum (Kamnegtibum) serta tindak pidana umum lainnya (TPUL) sebanyak 7 perkara, barang bukti yang dimusnahkan berupa pakaian, kayu, telepon genggam, dan lainnya.

Firdaus menambahkan, pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari kewenangan jaksa dalam menuntaskan pelaksanaan putusan hakim, mengingat barang bukti merupakan objek eksekusi.

“Dengan kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi tunggakan penyelesaian perkara, sekaligus mengurangi penumpukan barang bukti di gudang serta mengantisipasi risiko penyalahgunaan,” jelasnya.

JPU Tuntut 9 Tahun, Hakim PN Rohil Pangkas Hukuman Sujarno Jadi 7 Tahun dalam Kasus 33,12 Gram Sabu

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Baca Juga  Polisi Gagalkan Penyelundupan 122,5 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni, Tiga Warga Aceh Ditangkap

Sementara itu, Wakil Bupati Rohil Jhoni Charles mengapresiasi langkah Kejari Rohil dalam memusnahkan barang bukti, khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Menurutnya, kondisi daerah saat ini masih menghadapi tantangan serius terkait peredaran narkoba, termasuk adanya aksi demonstrasi masyarakat di Panipahan beberapa waktu lalu.

“Pemerintah daerah yakin melalui kolaborasi dan sinergi antara TNI, Polri, dan Kejaksaan, Rokan Hilir dapat terbebas dari narkoba,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Bocah 4 Tahun Diduga Dicabuli Pria 56 Tahun di Rohil, Korban Disebut Diancam Pisau

“Momentum ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak pernah bermain-main dengan narkoba, baik itu ekstasi, ganja maupun sabu-sabu,” tegasnya.

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *