Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Tembus Medan Pegunungan, Safari Jum’at Pino Raya Jangkau 21 Masjid dan Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Tembus Medan Pegunungan, Safari Jum’at Pino Raya Jangkau 21 Masjid dan Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Camat Pino Raya Pedi Maryanto dan warga .

Bengkulu Selatan, Derap1News – Sebanyak 21 masjid yang tersebar di wilayah Kecamatan Pino Raya menjadi sasaran pelaksanaan program Safari Jum’at tahun 2026. Kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat hingga ke pelosok desa.

Safari Jum’at perdana digelar di Masjid An-Nur, UPT Trans Karang Cayo, salah satu wilayah yang tergolong cukup jauh dari pusat kecamatan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan harus menempuh perjalanan sekitar 23 kilometer dengan kondisi jalan yang melintasi kawasan perbukitan dan medan yang cukup terjal.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Pino Raya, Pedi Maryanto, SH, yang baru sekitar satu bulan menjalankan tugasnya. Turut hadir dalam rombongan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), Polsek, Koramil, serta pemerintah desa setempat. Dari KUA Pino Raya hadir Penyuluh Agama Islam Salimudin, M.Pd dan Penghulu Muhammad Reza Gumay, S.Sos, bersama perwakilan kepolisian dan Pos Koramil Pino.

Baca Juga  Bupati Rohil H. Bistamam Apresiasi Kementerian PUPR Atas Peningkatan Jalan di Kecamatan Pujud

Menurut Camat Pedi Maryanto, Safari Jum’at merupakan salah satu bentuk pendekatan pemerintah kepada masyarakat, khususnya warga yang berada di daerah terpencil dan memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan publik.

“Alhamdulillah, mulai bulan ini kita kembali menggelar Safari Jum’at. Kegiatan ini menjadi wadah untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai informasi dan kebijakan pemerintah secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Tinjau Pembinaan Warga Binaan, Wabup Jhony Charles Apresiasi Fasilitas Lapas Kelas IIA Bagan Siapi-api

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut pemerintah kecamatan ingin membangun komunikasi dua arah, sehingga berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dideteksi dan diselesaikan sedini mungkin.

Selain menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tim Safari Jum’at juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, memperkuat semangat gotong royong, serta mengedepankan penyelesaian persoalan melalui musyawarah.

Baca Juga  Semangat Gotong Royong Warga Pagar Gading Hidupkan Kembali Budaya Kebersamaan

Pedi menekankan bahwa setiap persoalan sosial yang muncul di masyarakat idealnya diselesaikan terlebih dahulu di tingkat desa melalui mekanisme kekeluargaan dan mediasi. Apabila belum menemukan titik temu, barulah diselesaikan pada tingkat kecamatan atau sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Di tengah masyarakat tentu ada berbagai persoalan. Karena itu, kami mengajak agar setiap masalah diupayakan penyelesaiannya terlebih dahulu di tingkat desa melalui musyawarah, sebelum menempuh langkah hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala KUA Pino Raya, Drs. H. Winraini, M.HI, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah kecamatan yang menjadikan masjid sebagai pusat penguatan ukhuwah dan pembangunan karakter masyarakat.

Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Rimba Melintang Intensif Pantau Pertumbuhan Jagung

Menurutnya, Safari Jum’at tidak hanya memperkuat sinergi antarinstansi, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga  IEAE Kukuhkan Indonesia sebagai Pusat Pameran Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

“KUA Pino Raya siap mendukung dan mendampingi setiap pelaksanaan Safari Jum’at, apalagi kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan pembinaan kemasjidan dan kehidupan beragama di tengah masyarakat,” ungkap Winraini.
Melalui program yang akan menyasar 21 masjid tersebut,

Pemerintah Kecamatan Pino Raya berharap terbangun hubungan yang semakin erat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga kondusivitas, kerukunan, dan pembangunan desa dari tingkat paling bawah.(Tono)**

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *