Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Ketua HIMA ITR Soroti Kekerasan di UIN Suska Riau, Kampus Harus Jadi Ruang Aman dan Beradab

Ketua HIMA ITR Soroti Kekerasan di UIN Suska Riau, Kampus Harus Jadi Ruang Aman dan Beradab

Ketua Mahasiswa ITR .Jhoni Permadani .

Rokan Hilir,Derap1News – Peristiwa kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus UIN Suska Riau tengah menjadi perhatian publik dan memicu keprihatinan berbagai kalangan. Insiden tersebut dinilai sebagai peringatan serius bagi dunia pendidikan agar tidak abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan pembinaan karakter.

Menanggapi hal itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Institut Teknologi Rokan Hilir (ITR), Joni Permadani, menegaskan bahwa kampus sejatinya bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, moral, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut Joni, lingkungan akademik harus mampu menghadirkan rasa aman, kepedulian sosial, serta budaya saling menjaga di antara civitas akademika. Ia menilai, kualitas sebuah perguruan tinggi tidak semata ditentukan oleh megahnya bangunan atau besarnya institusi, melainkan oleh sejauh mana kampus mampu menciptakan suasana yang harmonis, beradab, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Baca Juga  Jemaat GKPI Dolok Jireh Berduka: Penatua Maruasas Manurung Berpulang, Sosok Pelayan yang Dikenang Tulus dan Setia

“Peristiwa ini harus menjadi alarm bagi kita semua agar pendidikan tidak kehilangan jati dirinya.

Kampus harus menjadi tempat yang aman, mendidik, dan membangun peradaban yang berlandaskan nilai kemanusiaan,” ujar Joni, Jumat (26/2/2026).

Massa Kepung Kantor Wali Kota, Tolak SE Penataan Penjualan Daging Non Halal di Medan

Ia menambahkan, di lingkungan ITR, penguatan nilai kebersamaan dan pendekatan kekeluargaan terus diupayakan sebagai fondasi kehidupan akademik. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi konflik sekaligus memperkuat solidaritas mahasiswa.

Lebih lanjut, Joni berharap kejadian di UIN Suska Riau dapat menjadi momentum evaluasi bagi seluruh lembaga pendidikan, khususnya di Provinsi Riau, untuk memperkuat sistem pengawasan, komunikasi, serta pembinaan karakter mahasiswa.” Ujarnya .

Baca Juga  Pamit Penuh Haru, Kajati Maluku Agoes SP Resmi Tinggalkan Bumi Raja-Raja: "Terima Kasih Untuk Segalanya, Maluku"

“Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar lingkungan belajar tetap sehat, aman, dan kondusif.

Pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial,” tegasnya.

Peristiwa tersebut kini masih menjadi sorotan publik, sementara berbagai pihak mendorong agar langkah preventif dan pembinaan berkelanjutan segera diperkuat di seluruh institusi pendidikan tinggi.**

Bareskrim Mabes Polri Ringkus Dua Pengedar Ekstasi di Rohil, 308 Butir Disita

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *