Nasional
Beranda / Nasional / Menteri Agus Andrianto Buka Suara soal Temuan Klaster Mewah Lapas Cibinong: Rumah Dinas Akan Dibongkar

Menteri Agus Andrianto Buka Suara soal Temuan Klaster Mewah Lapas Cibinong: Rumah Dinas Akan Dibongkar

Agus Adrianto

Jakarta, Derap1News — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Komjen Pol (Purn) Agus Andrianto angkat bicara terkait polemik temuan fasilitas yang diduga mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

Temuan tersebut mencuat setelah Ombudsman Republik Indonesia melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu, 23 September 2026. Dalam pemeriksaan itu, Ombudsman menemukan adanya fasilitas di lingkungan Lapas Cibinong yang kemudian menjadi sorotan publik.

Agus Andrianto menyampaikan penjelasan tersebut melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Senin (29/9/2026), saat ditanya mengenai langkah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyikapi temuan tersebut.

Menurut Agus, selama ini pengawasan di Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), dengan pengecualian Lapas Terbuka, lebih banyak diarahkan pada blok hunian warga binaan serta ruangan pejabat.

Fokus tersebut, kata dia, terutama berkaitan dengan upaya mencegah peredaran narkotika serta praktik penipuan yang dilakukan dari dalam Lapas, termasuk melalui razia telepon seluler.

Tanam 100 Pohon, Polsek Simpang Kanan Dukung Program 1 Juta Pohon Kapolda Riau

“Bukan ngeles, sejauh ini yang saya tahu bahwa Lapas dan Rutan, kecuali Lapas Terbuka, ya blok-blok yang menjadi hunian dan ruangan pejabat yang menjadi objek,” ujar Agus.

Baca Juga  Peduli Lingkungan: Kajari SBB Ajak Pegawai Gelar Kerja Bakti Bersama

Ia menjelaskan, pengawasan selama ini juga diarahkan untuk menekan potensi pelanggaran, termasuk penggunaan telepon seluler dan penyalahgunaan fasilitas di dalam Lapas.

“Karena lebih fokus kepada penanggulangan narkotika dan penipuan dari dalam Lapas, razia HP dan pemindahan yang bandel-bandel ke NK (Nusakambangan),” lanjutnya.

Namun, Agus mengakui pihaknya tidak menduga terdapat bangunan yang sebelumnya merupakan rumah dinas pegawai dan ternyata dimanfaatkan untuk kepentingan sebagaimana yang ditemukan dalam pemeriksaan Ombudsman.

“Kita tidak menyangka ada bangunan (lap rumah dinas pegawai) yang ternyata dimanfaatkan untuk hal-hal sebagaimana temuan,” katanya.

Dua Warga Diamankan, Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Kubu Babussalam

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Agus memastikan kementeriannya akan melakukan pembenahan, termasuk membongkar sarana atau fasilitas yang dinilai berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan di luar peruntukannya.

Baca Juga  Mengupas Perjalanan Hari Ibu: Dari Kongres Perempuan ke Perayaan Nasional

“Yang pasti pembongkaran sarana atau fasilitas yang diduga bisa dijadikan atau disalahgunakan untuk penyimpangan yang bukan milik negara,” tegasnya.

Agus juga menegaskan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan jajaran Pemasyarakatan agar tidak melakukan pelanggaran maupun penyimpangan dalam menjalankan tugas.

Sementara terkait sumber anggaran pembangunan fasilitas yang menjadi sorotan serta evaluasi terhadap sumber daya manusia di jajaran Pemasyarakatan setelah munculnya kasus Cibinong, Agus mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Sedang berproses pemeriksaannya,” jawabnya singkat.

Sawit Riau Bernilai Rp143 Triliun, INPEST: Berapa yang Kembali ke Daerah?

Ia juga merujuk pada penjelasan yang sebelumnya telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR.

Baca Juga  Polemik Ceramah JK Memanas, Ade Armando Pilih Hadapi Proses Hukum

Evaluasi Menyeluruh

Kasus Cibinong, menurut Agus, menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dan pengawasan di seluruh Lapas dan Rutan.

Ia memastikan evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap satu unit pemasyarakatan, tetapi menjadi bagian dari pembenahan secara menyeluruh.

“Evaluasi kita lakukan berkala. Saya rasa semua pegawai pemasyarakatan tahu bahwa kasus Cibinong ini menjadi perhatian luas masyarakat,” ujarnya.

Agus mengingatkan seluruh jajaran agar menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi dan tidak mengulangi persoalan serupa.

“Kalau enggak mau berubah, ya jangan salahkan institusi mereka jadi bulan-bulanan,” katanya.

Di akhir keterangannya, Agus menegaskan komitmen untuk melakukan pembenahan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kita berusaha semaksimal mungkin untuk merubah wajah Imigrasi dan Pemasyarakatan. Masih banyak masalah memang, tapi kita terus berusaha untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya.**

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *