
JAKARTA,Derap1News – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran selain “penyerahan tanpa syarat”. Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Trump menyatakan Amerika Serikat bersama sekutu akan terus menekan Iran hingga negara tersebut kembali stabil dan kuat secara ekonomi. Ia bahkan melontarkan slogan “Make Iran Great Again (MIGA)”.
Di sisi lain, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan pesan melalui televisi nasional pada Sabtu (7/3). Ia meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak konflik dan menegaskan Iran tidak berniat menyerang negara lain kecuali diserang lebih dulu.
Pezeshkian juga menyerukan kerja sama regional untuk menciptakan perdamaian di kawasan, sembari memperingatkan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk menyerang Iran.
Situasi semakin memanas setelah ledakan dan kebakaran dilaporkan terjadi di Bandara Mehrabad di Teheran. Media pemerintah Iran menyebut sejumlah bagian bandara menjadi sasaran serangan di tengah operasi militer yang disebut Israel sebagai “gelombang serangan baru berskala luas”.
Iran melaporkan sedikitnya 1.332 warga sipil tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan ribuan lainnya terluka dan sejumlah fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit ikut terdampak.
Konflik juga meluas ke negara lain di Timur Tengah. Di Lebanon, sedikitnya 217 orang tewas dan 798 terluka akibat serangan Israel sejak 2 Maret. Serangan dan pencegatan rudal juga dilaporkan terjadi di Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan telah mengonfirmasi sedikitnya 13 fasilitas kesehatan di Iran dan satu di Lebanon terkena serangan selama konflik berlangsung.
Ketegangan semakin meningkat setelah pejabat militer Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Di tengah eskalasi tersebut, Amerika Serikat juga mengklaim kapal selamnya menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Namun otoritas Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan penyebab tenggelamnya kapal Iran IRIS Dena masih belum dapat dipastikan.
Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini dinilai berpotensi memperluas krisis keamanan di kawasan Timur Tengah.**




Komentar