
Elon Musk memperingatkan bahwa gelar sarjana akan menjadi “tidak berguna” setelah 4 tahun.
Elon Musk berpendapat bahwa kualifikasi, pengalaman, dan uang dengan cepat kehilangan nilainya seiring dengan perkembangan AI yang eksponensial dan melampaui kemampuan belajar manusia.
Selama percakapan hampir tiga jam dengan Dr. Peter Diamandis, Elon Musk membuat prediksi mengejutkan tentang masa depan umat manusia di era AI.
Menurutnya, sekitar tahun 2030, keterampilan manusia yang diasah selama 10 tahun bisa jadi lebih rendah daripada keterampilan AI yang dipelajari hanya dalam beberapa detik.
Gelar universitas, yang dulunya dianggap sebagai “tiket emas” menuju karier yang sukses, kehilangan nilainya karena AI dapat mengakses dan mensintesis seluruh pengetahuan manusia hampir secara instan.
Bukan hanya kualifikasi, tetapi juga pengalaman selama 20-30 tahun terkikis karena mesin dapat menyalin, berbagi, dan mengoptimalkan pengalaman dalam skala global.
Elon Musk berpendapat bahwa keunggulan kompetitif yang didasarkan pada senioritas atau keahlian berulang kemungkinan besar tidak akan bertahan dalam menghadapi laju pembelajaran AI yang eksponensial.
Dia bahkan mempertanyakan peran uang dalam jangka panjang karena AI dan robot mendorong biaya produksi barang dan jasa mendekati nol.
Dalam konteks ini, nilai inti seseorang tidak lagi terletak pada kualifikasi atau kekayaan, tetapi pada kemampuan mereka untuk beradaptasi dan berinovasi.
Elon Musk menekankan bahwa keterampilan terpenting untuk bertahan hidup adalah mengetahui cara menggunakan AI sebagai perpanjangan otak untuk memecahkan masalah kompleks di dunia .**




Komentar