Sejarah & Budaya
Beranda / Sejarah & Budaya / Pesona Silat Bhayangkara, Kapolsek Kubu Tuai Apresiasi dari Keturunan Kerajaan Siak

Pesona Silat Bhayangkara, Kapolsek Kubu Tuai Apresiasi dari Keturunan Kerajaan Siak

Foto : Penampilan pencak silat Kapolsek Kubu, Iptu Kodam Firman Sidabutar SH.MH melawan personilnya, Aiptu Ibnu Munim sukses dihadapan tamu undangan

Rohil, Kubu , Derap1News – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolsek Kubu Iptu Kodam Firman Sidabutar, SH, MH menggelar pertunjukan Pesona Seni Silat yang berhasil menyita perhatian masyarakat dan para tokoh adat di Kenegerian Kubu. Kegiatan yang digelar Minggu (6/7/2025) ini tidak hanya menjadi ajang peringatan hari besar institusi Polri, tapi juga menjadi momentum kebangkitan budaya Melayu.

Apresiasi pun mengalir, salah satunya dari Tengku Zulkifli, keturunan Kerajaan Siak. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif Kapolsek Kubu yang dianggap telah berperan besar dalam menghidupkan kembali seni bela diri tradisional pencak silat di tengah masyarakat Kenegerian Kubu.

Baca Juga  Sky Burial: Ritual Pemakaman yang Menyatu dengan Siklus Kehidupan

“Saya selaku keturunan Kerajaan Siak mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Kubu dan jajarannya atas kegiatan pesona seni silat ini. Ini sangat luar biasa karena telah menggugah kembali semangat masyarakat terhadap budaya Melayu,” ujar Tengku Zulkifli kepada wartawan.

Menurutnya, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan warisan budaya yang sarat makna. Ia mencerminkan nilai-nilai luhur seperti keberanian, penghormatan, hingga kedisiplinan yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Melayu.

Namun demikian, Tengku Zulkifli juga menyentil peran Lembaga Adat Melayu (LAM) yang dinilai kurang aktif dalam melestarikan budaya, khususnya pencak silat, di Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam.

Perang Air Cian Cui Mengguncang Selatpanjang, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Imlek 2026

“Selama ini belum pernah ada kegiatan seperti ini. Padahal lembaga adat seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan adat istiadat, tapi yang justru bergerak malah Kapolsek,” ungkapnya jujur.

Baca Juga  Iduladha: Antara Pengorbanan, Taat, dan Kepedulian Sosial

Lebih jauh, ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, sesepuh, hingga unsur pemerintahan di wilayah Kubu untuk lebih peduli terhadap pelestarian budaya lokal.

“Kita berharap para tokoh adat, penghulu, dan camat dapat berpikir lebih serius untuk meningkatkan seni budaya Kenegerian Kubu. Apalagi Camat Kubu adalah putra asli Melayu, ini momentum bersama melestarikan warisan leluhur untuk anak cucu kita,” tutupnya.

Penampilan pencak silat Kapolsek Kubu, Iptu Kodam Firman Sidabutar SH.MH melawan personilnya, Aiptu Ibnu Munim sukses dihadapan tamu undangan**

Fadli Zon Dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan UNAS: “Budaya Adalah Fondasi Peradaban”
Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *