Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Warga Sintong Blokir Jalan, Tantang PT PHR: Perbaiki Jalan atau Hentikan Operasi

Warga Sintong Blokir Jalan, Tantang PT PHR: Perbaiki Jalan atau Hentikan Operasi

Ratusan Warga Sintong Unjuk rasa ke PT.PHR perbaiki akses Jalan di wilayah Sintong .

SINTONG(Rohil),Derap1News– Ratusan warga dari Kepenghuluan Sintong Induk, Sintong Pusaka, dan Sintong Bakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir kembali menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (9/10/2025).

Dalam aksi yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu, massa memblokir akses jalan dan menolak kendaraan operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) beserta perusahaan subkontraktornya melintas di wilayah mereka. Bahkan, warga juga menegaskan tidak akan mengizinkan rig maupun aktivitas pengeboran minyak berjalan sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

Aksi ini turut disaksikan aparat Polres Rohil, Polsek Tanah Putih, tim keamanan PT Global Arrow, serta perwakilan PT PHR.

Baca Juga  Elviriadi Geram ! Surat Warga 2011 Diabaikan, Mavia Sawit Kuasai Ribuan Hektar Hutan Ulayat di Sedinginan

Tuntutan Warga: Perbaikan Jalan Mendesak

Warga menuntut PT PHR segera melakukan perbaikan sekaligus pengaspalan jalan rusak parah di daerah mereka. Titik yang diminta untuk diperbaiki meliputi ruas Jembatan Sintong–Simpang Pemburu dan Tugu Ikan Sopek–Simpang Mutiara.

Dugaan Penyimpangan Kasus Narkotika Guncang Riau, Perwira Polresta Pekanbaru Dicopot

Sebelumnya, masyarakat sudah berulang kali menyampaikan aspirasi lewat pertemuan di kantor desa hingga kantor camat. Namun karena tak kunjung ada hasil, warga sempat menanam pohon pisang di badan jalan sebagai simbol protes.

“Sudah sering kami sampaikan. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Karena itu kami lakukan aksi ini,” tegas Eka Buyong, salah seorang peserta aksi.

Baca Juga  Polres Rohil Tangkap Pelaku Penjagalan Anjing di Bagan Batu, Dua Ekor Hewan Diselamatkan

Eka menambahkan, meski jalan tersebut merupakan aset perusahaan, faktanya juga dipakai masyarakat luas—mulai dari pelajar, petani sawit, hingga pekerja perusahaan. “Kalau memang tidak mau diperbaiki, ya tutup saja sekalian. Biar jelas bahwa jalan ini bukan untuk masyarakat,” ujarnya dengan nada kesal.

Warga kaum ibu ibu juga ikut berunjuk rasa .

Selain jalan, warga juga menuntut agar PT PHR dan subkontraktornya lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Jangan semua didatangkan dari luar. Anak-anak muda Sintong juga punya skill dan bisa bekerja. Apalagi daerah kami yang paling banyak terdapat lokasi minyak PHR,” ujar Fauzi Siregar, peserta aksi lainnya.

Halalbihalal Menko Perekonomian Jadi Arena Konsolidasi Elite, APTIKNAS–APKOMINDO Dorong Arah Ekonomi Digital RI

Fauzi menegaskan, perbaikan jalan harus diprioritaskan di ruas Sintong–Simpang Pemburu karena rawan kecelakaan, terutama saat musim penghujan. “Kami tidak mau ada korban jiwa hanya karena jalan dibiarkan hancur,” katanya.

Baca Juga  PGRI–Polres Rohil Teken MoU, Perkuat Perlindungan Hukum Guru

Belum Ada Respons dari PHR

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada perwakilan resmi PT PHR yang menemui massa maupun memberikan tanggapan terkait tuntutan warga. Padahal aksi berlangsung cukup lama, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Eka Buyong dan Fauzi Siregar menegaskan, warga akan terus melanjutkan aksi bila permintaan tidak dipenuhi. “Kami tidak mau lagi dimediasi. Sudah berulang kali mediasi, tapi hasilnya nol. Jadi aksi ini akan terus kami lakukan,” tegas keduanya.(Red)**

Tito Karnavian Dorong Percepatan Huntap, Ribuan Rumah Siap Dibangun di Sumatera
Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *