Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Ketua BEM Institut Teknologi Rokan Hilir Soroti Maraknya Narkoba di Rokan Hilir

Ketua BEM Institut Teknologi Rokan Hilir Soroti Maraknya Narkoba di Rokan Hilir

Rokan Hilir,Derap1News – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Rokan Hilir,
Egi Febrian, menyampaikan keprihatinan serius terhadap maraknya peredaran narkotika di Kabupaten Rokan Hilir yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi generasi
muda.

Egi Febrian menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi ditanggapi dengan langkah biasa. Ia
menilai diperlukan tindakan nyata, terukur, dan tegas dari aparat penegak hukum.

“Peredaran narkoba di Rokan Hilir sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Ini
bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman terhadap masa depan generasi daerah,”tegasnya.

Ia juga menyoroti kinerja aparat penegak hukum yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

“Jika penegakan hukum tidak menunjukkan progres yang jelas, maka evaluasi harus dilakukan secara serius. Kami menilai perlu adanya langkah tegas dari pimpinan, termasuk pencopotan Kapolres apabila tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal dalam memberantas narkoba di Rokan Hilir,” tegas Egi Febrian.

Menurutnya, langkah tersebut bukan bentuk tekanan semata, melainkan bagian dari dorongan agar institusi kepolisian tetap menjaga profesionalitas dan kepercayaan publik.

Ia menambahkan bahwa penanganan narkoba harus menyasar hingga ke akar jaringan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Penegakan hukum tidak boleh berhenti di permukaan. Jaringan besar harus diungkap, dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Baca Juga  Ketua APDESI Rohil Hadiri Upacara HUT RI ke-80 di Kecamatan Kubu, Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Di akhir pernyataannya, Egi Febrian menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus mengawal
persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pihak terkait.

“Mahasiswa tidak akan diam ketika generasi daerah terancam. Jika hukum melemah, maka
suara mahasiswa akan menjadi pengingat bahwa keadilan harus tetap ditegakkan,” tutupnya.

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *