Internasional
Beranda / Internasional / Gedung Putih: Donald Trump Siap Lepaskan “Neraka” Jika Iran Tak Menyerah

Gedung Putih: Donald Trump Siap Lepaskan “Neraka” Jika Iran Tak Menyerah

Donal Trump

WASHINGTON,Derap1News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Trump disebut siap “melepaskan neraka” ke Teheran jika Iran tidak segera menyerah dan menerima kondisi yang ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (25/3/2026). Ia menegaskan bahwa Washington menginginkan Iran mengakui situasi terkini, termasuk tekanan militer yang dihadapi.

“Presiden tidak membual dan ia siap melepaskan neraka,” ujar Leavitt, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Menurut Leavitt, Amerika Serikat saat ini masih menahan rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, menyusul pembicaraan yang disebutnya produktif dalam tiga hari terakhir. Namun, opsi eskalasi tetap terbuka jika Teheran dinilai tidak menunjukkan itikad untuk meredakan konflik.

Adu Argumen Sengit di Sidang Perdana Abdul Wahid, Isu Saksi dan Penahanan Jadi Sorotan

Ia juga memperingatkan Iran agar tidak melakukan kesalahan perhitungan. Leavitt mengklaim langkah militer sebelumnya telah melemahkan kekuatan strategis Iran, termasuk kepemimpinan senior, angkatan laut, angkatan udara, serta sistem pertahanan udara.

Baca Juga  Pro-Kontra, Gara-gara Lima Cendikiawan Muda NU Berkunjung Ke Israel

Lebih lanjut, Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintah AS tidak menganggap perlu adanya otorisasi Kongres untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan ini menandakan kesiapan Washington untuk bertindak cepat dalam situasi darurat.

Di sisi lain, Leavitt mengungkapkan bahwa pemerintah masih mengupayakan kelancaran jalur energi global, termasuk rencana pengiriman kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, meski belum ada jadwal pasti.

Ia juga mengklaim militer AS telah menghancurkan lebih dari 140 kapal Angkatan Laut Iran, termasuk hampir 50 kapal penyebar ranjau. Operasi tersebut disebut sebagai salah satu penghancuran kekuatan laut terbesar dalam waktu singkat sejak Perang Dunia II.


Gedung Putih menegaskan, jika Iran tetap menolak mencapai kesepakatan, maka eskalasi konflik dan aksi militer lanjutan hampir tak terelakkan.**

Prabowo: Dua Dirjen Kementerian PU Dipecat, Pemerintah Tegas Bersihkan Aparat “Nakal”

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *