
Bengkulu Selatan, derap1news – seiring dengan penataan pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan maka pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan terus mengupayakan agar seluruh pegawai memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat.
Salah satu upaya pemerintah Bengkulu Selatan untuk memastikan hal itu berjalan baik, yang mana wakil bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudiyanto turut melakukan apel pagi dan sidak mendadak di instansi instansi.
Namun hal itu nampaknya tidaklah mendorong para pegawai di seluruh instansi untuk turut mendukung program pemerintah, kebijakan pemerintah tersebut hendaknya juga harus di dukung oleh kepala instansi dengan mengarahkan anak buahnya untuk mensukseskan program pemerintah tersebut.
Akan tetapi apa yang terjadi di puskesmas lubuk tapi kecamatan ulu Manna di isukan adanya pegawai puskesmas tersebut yang tak kunjung masuk kerja, sesuai informasi yang di dapat media ini oknum pegawai yang tak kunjung masuk kerja inisial LR tidak masuk masuk kerja diakibatkan sibuk dengan bisnis pribadinya jualan susu.
Disisi lain sangat disayangkan dengan apa yang terjadi di puskesmas lubuk tapi ini, yang mana hingga sekian lama anak buahnya diduga melanggar aturan ASN dengan tidak melaksanakan tugas, tapi kepala puskesmasnya diduga diam tanpa laporan dengan pihak berkompeten, hal ini sangat merugikan pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan dengan terus mengaktifkan penggajian terhadap oknum ASN yang bersangkutan sementara tidak melaksanakan tugas.
Kepala puskesmas lubuk tapi saat di konfirmasi media ini belum memberikan jawaban, diduga seperti selama anak buahnya tidak masuk selama ini kepala puskesmas tidak peduli dan terkesan cuek dengan situasi tersebut.
Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Arif berharap bupati Bengkulu Selatan dapat mengevaluasi kepala puskesmas lubuk tapi yang mana terkesan adanya pembiaran salah satu anak buahnya yang tidak menjalankan tugasnya di puskesmas tersebut hingga sekian lama.(tono)




Komentar