Bisnis Lingkungan
Beranda / Lingkungan / Kolaborasi Nyata di Hari Kartini: Unilever Dukung Pemberdayaan Perempuan Petani Sawit di Indragiri Hulu

Kolaborasi Nyata di Hari Kartini: Unilever Dukung Pemberdayaan Perempuan Petani Sawit di Indragiri Hulu

Indragiri Hulu, derap1news − Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, semangat
kolaborasi terwujud secara nyata di Desa Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu. Dalam momen ini, tim Social Sustainability dari Unilever yang terdiri atas Yih-Ling Pan selaku Global Head of Procurement Social Sustainability, Sandra Fontano selaku Senior Global Sustainability Manager for Social Equity, dan Lucinda Jones selaku Social Sustainability
Manager berkesempatan mengunjungi komunitas dampingan Widya Erti Indonesia dan Karya Serumpun dalam mendorong kesetaraan gender dan peningkatan peran perempuan serta pemberdayaan masyarakat, khususnya petani sawit swadaya dan kelompok wanita tani.


Dengan tema “Collaboration in Action: Strengthening Communities for a Sustainable Future,” kunjungan ini mencerminkan kekuatan dari upaya bersama—di mana pelibatan
aktif masyarakat, pendampingan jangka panjang, dan keberpihakan pada potensi lokal menjadi kunci perubahan.


Lebih dari 50 anggota kelompok petani sawit swadaya dan Kelompok Wanita Tani (KWT) hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan dimulai dengan prosesi penyambutan di kantor Perkumpulan Petani Sawit Swadaya Karya Serumpun dan dilanjutkan dengan diskusi
terbuka bersama seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang hadir, dari Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Para KWT berbagi kisah tentang produk-produk yang mereka
hasilkan seperti produk camilan, kerajinan tangan dari lidi sawit, dan gula merah dari pohon sawit tua atau gula sawit, serta pupuk hayati yang sudah uji lab dan dijual umum.

Baca Juga  Diduga Tak Berizin, Tambang Galian C di Desa Pematang Ibul, Suplai Tanah Urug Untuk  Proyek Sumur Minyak PT.PHR


Dalam kunjungan lapangannya, tim Unilever juga berdialog dengan para perempuan penggerak desa – anggota KWT Bina Karya Mandiri yang aktif memproduksi dodol labu madu, minuman herbal, kerajinan lidi sawit, gula sawit, dan produk olahan lainnya. Bu Rinda, selaku ketua kelompok, menuturkan bahwa sebelum terbentuknya kelompok wanita tani, banyak ibu rumah tangga yang mengalami keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki akses untuk meningkatkan pendapatan keluarga.


“Setelah adanya pelatihan dan terbentuknya kelompok, kami menjadi lebih kreatif dan berani berinovasi. Produk yang kami hasilkan juga membantu menopang ekonomi rumah tangga. Ke depan, kami berharap agar produk kami dapat menembus pasar
internasional,” ujar Bu Rinda.
Dalam diskusi informal, anggota KWT juga membagikan tantangan yang
dihadapi—mulai dari keterbatasan alat produksi hingga akses ke pasar yang lebih luas. Namun semangat mereka tetap menyala: memperluas kelompok, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjadikan desa sebagai pusat kegiatan ekonomi perempuan.

Hutan Dijarah, Negara Kalah: Minim Polisi Hutan Jadi Akar Masalah Perambahan Sawit Ilegal

Tim Unilever jugamengunjungi gerai oleh-oleh milik Perkumpulan Petani Sawit Swadaya Karya Serumpun, yang menjual berbagai produk olahan camilan dan kerajinan tangan dari berbagai Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai bagian dari pengembangan akses pasar.

Baca Juga  Polres Rohil Apresiasi A2-PKH, Siap Tindaklanjuti Kasus Perambahan Kawasan Hutan di Sedinginan


Kunjungan ini ditutup dengan melihat proses produksi gula sawit yang dikembangkan dari pohon sawit yang sudah tak lagi produktif. Inisiatif yang membuktikan bahwa keberlanjutan juga tentang kreativitas, nilai tambah, dan kemandirian.

Melalui kunjungan ini, Unilever dan berbagai pemangku kepentingan dapat melihat langsung dampak dari upaya kolaboratif dalam membangun kemandirian ekonomi lokal.


Ke depan, masyarakat berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan usaha tani dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.

Penertiban Kawasan Hutan Lindung di Sedinginan, Datuk Sri Maha Raja Serukan Penyelesaian Lahan yang Adil dan Manusiawi
Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *