
Rokan Hilir,Derap1News – Pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akhirnya angkat bicara terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kebocoran pipa minyak di kawasan Simpang Manggala Junction, Jalan Lintas Sumatera, Sabtu (11/4/2026) pagi.
Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.54 WIB dan diduga kuat dipicu oleh faktor eksternal.
“Diduga, insiden ini disebabkan oleh kendaraan pengangkut inti sawit yang menabrak pipa penyalur minyak saat melintas di lokasi,” jelas Eviyanti dalam keterangannya kepada wartawan.
Menurutnya, begitu menerima laporan, tim operasional PHR langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
“Berkat respons cepat tim di lapangan, kebocoran berhasil dihentikan dan saat ini telah teratasi dengan baik. Fokus kami selanjutnya adalah memastikan area terdampak dibersihkan secara menyeluruh,” ujarnya.
Eviyanti juga menegaskan bahwa penanganan insiden ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan aparat kepolisian dan dukungan masyarakat setempat, termasuk dalam proses evakuasi kendaraan yang menabrak pipa.
Sementara itu, insiden tumpahan minyak tersebut turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar. Mereka berharap PHR tidak hanya berhenti pada penanganan teknis, tetapi juga memastikan pemulihan lingkungan dilakukan secara maksimal.
“Yang kami khawatirkan dampaknya ke tanah dan air. Kami minta pihak perusahaan benar-benar membersihkan sisa minyak sampai tuntas,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.

Warga juga meminta adanya langkah antisipasi ke depan, termasuk peningkatan pengamanan jalur pipa dan pemasangan rambu-rambu yang lebih jelas guna mencegah kejadian serupa terulang.
Menanggapi hal tersebut, PHR mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi rambu lalu lintas, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas vital migas.
“Kami mengajak semua pihak untuk lebih berhati-hati saat berkendara dan memperhatikan rambu-rambu demi mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang,” tutup Eviyanti.**(A.sng)




Komentar