
Rokan Hilir,Derap1News- Kepedulian terhadap nasib anak-anak yatim dari keluarga pekerja kebun kembali ditunjukkan pemilik kebun UB. Usaha Baru, Siswaja Muljadi alias Aseng. Pada Jumat, 13 Februari 2026,
Informasi yang di himpun, Aseng bersama keluarga besarnya hampir setiap tahun menggelar kegiatan santunan bagi anak-anak yatim yang berasal dari lingkungan karyawan perkebunan di wilayah Kelurahan Cempedak Rahuk dan Kelurahan Banjar XII.
Sebanyak 20 anak yatim dari keluarga karyawan kebun menerima santunan secara langsung yang diserahkan di dalam lokasi kebun di Wilayah Cempedak Rahuk . Mereka merupakan anak-anak dari pekerja yang telah meninggal dunia maupun keluarga kurang mampu yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor perkebunan.
Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Wajah-wajah polos anak-anak tampak sumringah saat menerima bantuan, sementara para orang tua dan wali yang mendampingi anak yatim ikut merasa haru.
Santunan ini dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Aseng dihadapan para karyawan mengatakan, ” Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadirkan kebahagiaan menjelang bulan penuh berkah.” Ujarnya.
Salah satu warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada keluarga karyawan kebun, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Aseng dan keluarga. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak yatim di lingkungan kami. Semoga kebaikan ini mendapat balasan yang berlipat,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, perhatian terhadap anak-anak pekerja kebun menjadi hal penting, karena tidak sedikit keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi setelah kehilangan tulang punggung keluarga.
Bagi Aseng, kegiatan santunan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk tetap bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini juga menjadi momen mempererat tali silaturahmi antara pemilik kebun, karyawan, dan masyarakat sekitar. Kehadiran langsung Aseng bersama keluarga dinilai menunjukkan bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar hubungan kerja, melainkan hubungan kemanusiaan yang dilandasi kepedulian dan kebersamaan.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, aksi berbagi tersebut menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yatim keluarga pekerja kebun UB. Usaha Baru bahwa mereka tidak sendiri, dan masih ada tangan-tangan yang peduli terhadap masa depan mereka.(Red)




Komentar