
SIAK,Derap1News – Pertemuan singkat namun sarat makna terjadi antara tokoh Melayu Riau, Dr. Elviriadi, dengan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, Selasa (10/2/2026).
Dialog yang berlangsung hangat itu membahas masa depan Melayu dan arah pembangunan Negeri Istana. Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat, di antaranya Ahmad Badaruddin, S.I.Kom., M.Pd, Bayu Deriansyah, S.I.Kom., Asrori Mustaqim, serta Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) Riau, Nurman, A.Md.
Dalam dialog tersebut, Elviriadi menyampaikan apresiasi terhadap gaya kepemimpinan Afni Zulkifli yang dinilainya berpihak kepada masyarakat kecil. Menurutnya, Afni tampil sebagai figur pemimpin Melayu yang berani menunjukkan sikap ideologis dalam membela rakyat.
“Kita sampaikan secara terbuka, Ibu Bupati memperlihatkan sosok pemimpin Melayu yang mengayomi rakyat. Sejak Riau berdiri, sudah banyak lahir pemimpin, tetapi tidak banyak yang berani menyatakan sikap ideologis secara terbuka,” ujar alumni Universiti Kebangsaan Malaysia itu.
Elviriadi yang dikenal aktif mendampingi masyarakat akar rumput berharap Bupati Siak tetap istiqamah dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ia menilai keberpihakan kepada rakyat kecil tidak akan lepas dari tantangan, terutama ketika berhadapan dengan kepentingan korporasi yang merusak lingkungan dan mengabaikan hak masyarakat lokal.
“Pasti ada riak gelombang. Terlebih ketika berhadapan dengan korporasi yang merusak hutan dan tanah, serta memandang sebelah mata rakyat Siak. Itu tidak boleh dibiarkan,” tegas putra Melayu Meranti itu.
Dalam kesempatan yang sama, Elviriadi bersama para aktivis Siak dan Gerakan Pemuda Islam Riau menyatakan komitmen untuk mengawal kepemimpinan Afni Zulkifli. Mereka menegaskan dukungan akan terus diberikan selama kebijakan pemerintah daerah berjalan lurus dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Selama pemimpin berjalan lurus dan amanah, kami siap berada di garda depan. Raja alim raja disembah, raja zalim raja disanggah,” kata Nurman.
Pertemuan tersebut mencerminkan harapan baru bagi masyarakat Siak, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan elemen masyarakat dalam menjaga marwah Melayu serta kelestarian negeri.**
Sumber : Kompas1Net.




Komentar