
Bengkulu Selatan, derap1news – kebijakan pemerintah dalam peningkatan pendidikan di seluruh indonesia yang bertujuan untuk melakukan pemerataan memperoleh pendidikan yang layak terus di lakukan, salah satunya dengan mengangkat para guru honorer menjadi P3K yang penghasilannya setara dengan ASN biasanya.
Upaya pemerintah ini masih saja ditemukan penyalah gunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin meraup keuntungan dari program pemerintah salah satunya di lingkungan Dikbud kabupaten Bengkulu Selatan provinsi Bengkulu.
Oknum P3K inisial W diduga lolos seleksi P3K tahun 2023 yang lalu dari jalur P3, namun sesuai juknis yang ada bahwa guru P3K jalur P3 dapat mengikuti seleksi dengan masa honor paling singkat tiga tahun honor secara aktif.
Akan tetapi oknum P3K (W) sesuai penelusuran media ini yang bersangkutan belum sampai satu tahun honor dapat lolos menjadi P3K jalur P3, hal ini diketahui karena yang bersangkutan selama ini honor sebagai operator di salah satu desa di kecamatan Pino dan mengundurkan diri pada akhir 2021 sesuai pelantikan kepala desa saat itu.
Yang paling mencekam lagi terjadinya dugaan kesengajaan untuk manipulasi data agar oknum P3K inisial W lolos menjadi P3K, dengan waktu yang bersamaan oknum P3K (W) masih menjadi operator di salah satu desa namun namanya sudah terdaftar menjadi guru honor di salah satu TK di kecamatan Pino semenjak tanggal 03 Januari 2020, sementara pengunduran dirinya sebagai operator desa pada akhir 2021.
Kejadian ini menunjukkan proses yang buruk pada penerimaan P3K saat itu, kita mengharapkan ketegasan dinas terkait dalam hal ini Dikbud Bengkulu Selatan untuk menindak tegas oknum guru P3K yang bersangkutan serta memberikan sanksi pengembalian kerugian negara atas gaji yang di terimanya sebagai P3K karena diduga kuat oknum P3K (W) tidak memenuhi kriteria menjadi P3K kalau bukan adanya dugaan manipulasi data serta pendaftarannya masuk dapodik, ungkap salah satu penggiat Bengkulu selatan Arip.
Oknum guru P3K inisial W saat dikonfirmasi tidak mau memberikan tanggapan terkait hal tersebut, namun dirinya lebih memilih agar permasalahan ini di selesaikan secara kekeluargaan.(tono)




Komentar